Kompetisi soft tenis belum jelas, Tio ingin tekuni padel dan melatih

2 hours ago 4

Nagoya, Jepang (ANTARA) - Atlet soft tenis putra Indonesia Tio Hutauruk menceritakan proyeksinya setelah membela Merah Putih dalam ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Tio mengatakan ingin mencoba menekuni padel dan melatih tenis, setelah melihat nasib olahraga soft tenis yang dipastikan tak akan dimainkan pada Asian Games selanjutnya.

"Paling ke padel dan melatih tenis. Soalnya (cabang olahraga) ini last untuk soft tenis di Asian Games ya, karena di Qatar (2030) tidak mungkin ada," ungkap Tio saat ditemui di Higashiyama Park Tennis Center, Nagoya, Jepang, Minggu.

Pernyataan tersebut berkaitan dengan latar belakang cabang olahraga soft tenis yang lahir dan berkembang di Jepang. Keikutsertaan cabang olahraga tersebut di tingkat Asian Games juga tak lepas dari status Jepang sebagai negara pelaksana, sehingga berhak memilih cabang olahraga yang mereka favoritkan.

Baca juga: Soft tenis sumbang perunggu bagi Indonesia dari beregu putra

Kondisi tersebut membuat soft tenis menjadi cabang olahraga yang tidak difavoritkan oleh negara lain, sehingga berpeluang tidak dipertandingkan pada edisi Asian Games selanjutnya.

"Yang pasti ini terakhir, setelah (Asian Games) di Qatar pun tidak tahu ada atau tidaknya. Tapi kemungkinan besar ya di Jepang ini yang terakhir," katanya menambahkan.

Pada ajang Asian Games 2026, Tio dan kawan-kawan beregu putra sukses menyumbangkan medali perunggu bagi Kontingen Indonesia.

Langkah tim beregu putra soft tenis Indonesia terhenti pada babak semifinal, setelah dijegal tim tuan rumah dengan skor 0-2.

Tio yang berpasangan dengan Fernando Sanger diturunkan pada partai pembuka menghadapi duo Takuya Kurosaka/Takafumi Uchimoto.

Lalu pada partai selanjutnya yang memainkan tunggal putra, hasil minor kembali dicatatkan Indonesia setelah Bagus Pradewa dikalahkan atlet berpengalaman Toshiki Uematsu.

Baca juga: Capai semifinal, pelatih soft tenis putra apresiasi kerja keras atlet

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |