Medan (ANTARA) - Kodam I/Bukit Barisan (BB) menerima jembatan modular dari Kementerian Pertahanan sebagai penghubung antarwilayah guna meningkatkan akses warga di wilayah Sumatera Utara.
"Hari ini, kami menerima delapan unit jembatan modular tipe 3-1 dari Kementerian Pertahanan RI," ujar Pangdam I/ Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa di Medan, Rabu.
Hendy melanjutkan delapan jembatan tersebut akan dikirim ke Kabupaten Simalungun, Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Asahan.
Menurutnya jembatan modular yang akan dipasang di sejumlah daerah tersebut, bertujuan untuk meningkatkan akses warga setempat.
"Ke depan jembatan modular itu akan terus didistribusikan di sejumlah daerah lainnya, sebagai penghubung wilayah yang aksesnya terputus," ucapnya.
Baca juga: TNI selesaikan jembatan Armco di Tapsel penghubung antarlingkunan
Pangdam mengatakan penyaluran jembatan modular tersebut merupakan perintah dari Kepala Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak untuk segera melakukan percepatan pembangunan jembatan tersebut.
"Pada tahap ini, merencanakan ada 68 titik yang akan kita sambung termasuk yang terdampak bencana maupun yang tidak terdampak bencana," kata dia.
Pangdam mengatakan dari 68 titik itu di antaranya 28 titik sudah selesai dibangun di wilayah Tapanuli hingga Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang.
"Adapun kapasitas jembatan modular yang dipasang di sejumlah titik Sumut tersebut bisa dilewati dengan berat maksimal kendaraan mencapai 25 sampai 30 ton," tutur dia.
Pihaknya berharap dengan adanya jembatan tersebut dapat membantu dalam membuka akses jalan, meningkatkan mobilitas masyarakat dan meningkatkan roda perekonomian di wilayah terdampak bencana maupun tidak.
Baca juga: PMI Sumut terus percepat pemulihan pascabencara banjir di Sibolga
Baca juga: BNPB kaji penyesuaian anggaran huntap terkait program gentengisasi
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































