Palembang (ANTARA) - Keberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama jamaah calon haji Embarkasi Palembang melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang menuju Madinah mengalami keterlambatan dari jadwal semula, Rabu, pada pukul 7.10 WIB, karena cuaca buruk.
Pesawat kloter pertama jamaah calon haji Embarkasi Palembang itu baru lepas landas dari Bandara SMB II Palembang pukul 8.15 WIB.
Executive General Manager Bandara SMB II Palembang Ahmad Syaugi saat diwawancarai mengatakan keterlambatan tersebut dipengaruhi kondisi cuaca berkabut serta proses menunggu katering terakhir tiba di bandara.
"Kondisi cuaca pagi ini berkabut dengan jarak pandang sekitar 500 meter. Namun biasanya tidak berlangsung lama karena hal itu lumrah terjadi setelah hujan malam hari," katanya.
Ia menjelaskan selain faktor cuaca, proses keberangkatan juga tertunda karena penumpang belum dapat melakukan boarding sebelum seluruh kebutuhan katering masuk ke pesawat.
Baca juga: Kemenhaj: Layanan haji embarkasi terapkan layanan "One Stop Service"
"Saat ini masih menunggu catering yang ketiga belum sampai, sehingga penumpang belum bisa boarding dan menyebabkan keterlambatan dari jadwal semula," jelasnya.
Meski mengalami keterlambatan, pihak bandara memastikan keberangkatan jamaah tetap berjalan sesuai prosedur keselamatan dan pelayanan penerbangan.
Selain itu, Kloter pertama Embarkasi Palembang menggunakan maskapai Saudi Airlines dengan jenis pesawat Boeing 777.
Terkait dengan durasi penerbangan itu tidak ada perubahan meski terdapat konflik di Timur Tengah. Rute penerbangan tetap dilakukan dari Palembang menuju Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan menuju Arab Saudi
"Pesawat Boeing 777 memiliki keterbatasan tertentu sehingga perlu melakukan pengisian bahan bakar kembali di Kualanamu," kata Syaugi.
Sementara itu, Kabid Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kementerian Agama Sumatera Selatan Muhibullah mengatakan jumlah jamaah yang berangkat sebanyak 438 orang, ditambah empat petugas kloter dan satu petugas haji daerah, sehingga total keseluruhan mencapai 443 orang.
"Seluruh jamaah pada kloter pertama tetap diberangkatkan sesuai manifest," katanya.
Baca juga: Pemerintah pastikan pangan jamaah haji aman meski gejolak geopolitik
Baca juga: Berisiko, calhaj yang hamil 16-24 bulan tak diberangkat ke Tanah Suci
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































