KKP libatkan investor kembangkan Sentra Industri Garam Rote Ndao

1 week ago 6
Kemampuan APBN kami paling hanya bisa di dua zona. Sisa delapan zonanya itu harus dilakukan oleh investor

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melibatkan investor dalam pengembangan Sentra Industri Garam Nasional di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, guna mempercepat peningkatan produksi dan mendukung target swasembada garam nasional.

Direktur Sumber Daya Kelautan Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP Frista Yorhanita di Jakarta, Kamis, mengatakan pengembangan kawasan industri garam membutuhkan dukungan berbagai pihak, karena pemerintah tidak dapat membiayai seluruh kebutuhan secara mandiri.

Dia menyampaikan pengembangan kawasan industri garam di Rote Ndao dirancang dalam beberapa zona produksi.

KKP menyebut kemampuan pembiayaan pemerintah melalui APBN hanya mencakup sebagian zona, sementara sisanya memerlukan investasi dari pihak swasta.

Baca juga: KKP percepat swasembada garam pada 2027 lewat tiga strategi

Baca juga: KKP terapkan teknologi Tunnel-SWRO tingkatkan kualitas garam rakyat

"Pengembangan kawasan industri Rote itu kan tidak mungkin pemerintah semua. Kemampuan APBN kami paling hanya bisa di dua zona. Sisa delapan zonanya itu harus dilakukan oleh investor," kata Frista dalam Gelar Wicara Bincang Bahari bertajuk 'Hilirisasi Garam untuk Indonesia Mandiri: Tantangan & Peluang Industri Nasional'.

Menurut dia, keterlibatan investor dinilai penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur produksi, fasilitas pengolahan, serta penerapan teknologi yang dibutuhkan guna meningkatkan kapasitas dan kualitas garam nasional.

Kebutuhan garam nasional yang besar, termasuk untuk sektor industri, menuntut peningkatan produksi secara signifikan.

Kapasitas produksi yang ada saat ini dinilai belum mencukupi apabila hanya mengandalkan satu badan usaha.

Pengembangan teknologi produksi juga menjadi bagian penting dalam strategi peningkatan produksi garam. Teknologi dinilai mampu membantu mengatasi keterbatasan kapasitas serta meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil produksi.

KKP menilai sinergi antara pemerintah, BUMN, pelaku usaha, dan investor swasta menjadi kunci dalam mempercepat pengembangan sentra industri garam dan memperkuat rantai pasok nasional.

"Saya juga pikir PT Garam juga tidak mungkin melakukan semuanya untuk memenuhi kebutuhan (konsumsi garam) 5 juta ton per tahun, butuh banyak (investor) dan PT Garam mungkin juga berat," ucapnya.

Lebih lanjut Frista menjelaskan Rote dipilih sebagai sentra industri pergaraman nasional karena memiliki keunggulan di antaranya periode panas lebih panjang dan kualitas air laut yang mendukung produksi garam berkualitas tinggi dibanding sejumlah sentra lainnya.

Kawasan itu memiliki potensi pengembangan tambak seluas 10.000 hingga 13.000 hektare yang dirancang menjadi pusat produksi garam skala industri.

Pada tahap awal, pemerintah memulai pengembangan zona prioritas sebelum membuka peluang investasi untuk memperluas kapasitas produksi kawasan tersebut.

Target produktivitas kawasan dirancang mencapai 200 ton per hektare guna mendukung peningkatan pasokan garam industri nasional.

Dengan pengembangan penuh, kawasan ini diproyeksikan menghasilkan ratusan ribu ton garam per tahun untuk mengurangi ketergantungan impor.

Ia menambahkan modeling kawasan Rote juga akan mengintegrasikan teknologi produksi guna meningkatkan efisiensi dan menjaga standar kualitas industri.

Melalui kolaborasi tersebut, KKP berharap target swasembada garam dapat tercapai sesuai rencana di 2027, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan

"Nah, ini penting kita menggandeng investor-investor lain terutama pihak-pihak swasta untuk sama-sama mewujudkan swasembada garam ini," katanya.

Baca juga: Produksi garam nasional diprediksi hanya 1 juta ton tahun ini

Baca juga: KKP ajukan Rp25 miliar untuk revitalisasi tambak garam rusak di Aceh

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |