Banyuwangi (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memulai pembangunan kawasan tambak udang terintegrasi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, dengan nilai investasi mencapai 500 juta dolar AS atau sekitar Rp7,2 triliun.
Proyek ini digadang sebagai program strategis nasional untuk memperkuat industri perikanan budi daya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu, dalam siaran pers yang diterima di Banyuwangi, Rabu, menjelaskan kawasan ini dikembangkan dengan konsep Integrated Shrimp Farming (ISF)
Kawasan ISF tersebut mencakup pembangunan sarana hulu hingga hilir seperti intake air laut, tandon utama, kolam budidaya, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), fasilitas kawasan, penghijauan, serta pengadaan peralatan dan mesin.
“Kawasan ini dirancang sebagai role model pengembangan budi daya udang nasional yang modern, ramah lingkungan, dan berdaya saing global,” ujar Tebe, sapaan Tb Haeru Rahayu.
Dengan luas lahan sekitar 2.150 hektare, kawasan tambak ini ditargetkan mampu menghasilkan 55 ton per hektare per siklus, dengan proyeksi produksi mencapai 52.800 ton udang per tahun.
Selain peningkatan produksi, pembangunan juga menekankan pada penguatan sumber daya manusia lokal, penciptaan lapangan kerja, serta penerapan standar akuakultur yang baik dan berkelanjutan.
Tebe menjelaskan pada tahap awal konstruksi telah berjalan dengan dukungan puluhan alat berat dan penyerapan tenaga kerja lokal dalam pembangunannya. Adapun lokasi pembangunan dilakukan di Desa Palakahembi dan Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur.
Pemerintah daerah menyambut positif proyek ini, yang diyakini akan menjadi penggerak ekonomi baru di Sumba Timur.
Kepala Desa Palakahembi Arif Maramba menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas dimulainya pembangunan kawasan tersebut.
Ia menyebut kehadiran proyek strategis ini membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi desa dan penciptaan lapangan kerja baru.
“Kami optimistis pembangunan kawasan tambak udang terintegrasi ini akan menjadi penggerak ekonomi baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memberikan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda di Sumba Timur,” kata dia.
Baca juga: KKP buka rekrutmen 3.000 tenaga kerja dukung tambak udang Waingapu
Baca juga: KKP: Tambak budi daya udang Waingapu gunakan anggaran Rp7,5 triliun
Baca juga: KKP mulai proyek tambak udang terintegrasi di NTT tahun ini
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































