King Faisal Prize buka nominasi edisi ke-49 hingga 31 Maret

9 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Sekretariat Jenderal King Faisal Prize menetapkan batas akhir pengajuan nominasi edisi ke-49 (2027) pada 31 Maret 2026, kata Sekretaris Jenderal Abdulaziz Alsebail dalam keterangan tertulis, Kamis, di Jakarta.

Alsebail mengatakan terdapat lima kategori nominasi terbuka untuk universitas, lembaga, dan pusat penelitian internasional.

Kategori tersebut meliputi Studi Islam, fokus pada “Studi Yurisprudensi Terapan Kontemporer,” serta Bahasa dan Sastra Arab, fokus pada “Upaya Institusional dalam Pengolahan Bahasa Arab.”

Kategori lain adalah Kedokteran, dengan fokus pada “Kecerdasan Buatan dalam Kedokteran Klinis,” dan Sains, fokus pada “Kimia.”

Selain itu, penghargaan juga mencakup kategori Pelayanan kepada Islam bagi individu dan lembaga yang berkontribusi luar biasa secara intelektual, ilmiah, dan sosial bagi Islam dan umat Muslim.

Nominasi dapat diajukan melalui email ke [email protected] atau portal resmi di www.kingfaisalprize.org/nominations, di mana panduan lengkap dan kriteria kelayakan tersedia.

King Faisal Prize pertama kali diberikan pada 1979 dan sejak itu telah menganugerahkan 308 penghargaan kepada pemenang dari 45 negara.

Setiap pemenang menerima sertifikat dengan kaligrafi Arab, medali emas 24 karat seberat 200 gram, dan hadiah uang tunai SAR 750.000 (sekitar Rp3,3 miliar).

Menurut situs resmi, Indonesia pertama kali menerima penghargaan pada 1980 melalui Dr. Mohammad Natsir untuk kategori Pelayanan kepada Islam.

Kemudian pada 2018, Profesor Irwandi Jaswir juga memenangkan penghargaan King Faisal Prize untuk kategori yang sama.

Penyelenggara menekankan bahwa nominasi berkualitas tinggi diharapkan dari institusi dan peneliti yang mampu memberikan kontribusi signifikan bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat Muslim global.

Baca juga: Irwandi Jawsir raih Penghargaan Raja Faisal

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |