Kepala Pentagon sebut AS kini kendalikan masa depan Venezuela

1 day ago 4

Washington (ANTARA) - Amerika Serikat kini menguasai masa depan Venezuela dan arah pemerintahannya menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro, kata Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, seraya menegaskan bahwa Washington akan “menetapkan syarat” atas apa yang terjadi selanjutnya.

Berbicara kepada CBS, Hegseth mengatakan Presiden Donald Trump akan menentukan langkah lanjutan, termasuk menghentikan aliran narkoba, menguasai kembali sumber daya minyak, serta mencegah kehadiran negara asing di kawasan yang disebutnya sebagai “belahan bumi AS”.

Trump menyatakan pada Sabtu bahwa AS telah melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela dan menangkap Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, lalu membawa keduanya keluar dari negara tersebut, tanpa merinci dasar hukum operasi itu.

Sejumlah media melaporkan terdengar ledakan di Caracas dan mengklaim operasi dilakukan oleh pasukan elite Delta Force, meski otoritas AS belum memberikan konfirmasi resmi atas rincian tersebut.

Baca juga: Sedikitnya 45 orang tewas dalam serangan AS ke Venezuela

Pemerintah Venezuela menyatakan pihaknya tidak mengetahui keberadaan Maduro dan menuntut bukti bahwa presiden mereka masih hidup, seraya menuding Washington melakukan agresi terhadap kedaulatan negara.

Trump kemudian memublikasikan sebuah foto yang diklaim memperlihatkan Maduro berada di atas kapal AS, namun keaslian dan konteks gambar tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Di dalam negeri AS, beberapa anggota Kongres mengecam operasi tersebut sebagai ilegal, sementara pemerintahan Trump menyatakan Maduro akan diadili atas berbagai tuduhan yang tidak dirinci ke publik.

Kementerian Luar Negeri Venezuela mengumumkan akan membawa aksi Washington itu ke organisasi internasional, dan meminta digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.

Rusia menyatakan solidaritasnya kepada rakyat Venezuela, seraya menyebut laporan penangkapan dan pemindahan paksa Maduro itu sebagai tindakan yang sangat mengkhawatirkan.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan Moskow waspada terhadap eskalasi dan menilai langkah AS berpotensi memperburuk stabilitas kawasan Amerika Latin.

Karenanya, Rusia menyerukan pembebasan Maduro dan istrinya serta mendesak semua pihak menahan diri guna mencegah memburuknya situasi politik dan keamanan di Venezuela.

Sumber: Sputnik-OANA

Baca juga: Aksi koboi nan arogan Donald Trump terhadap Presiden Venezuela

Penerjemah: Katriana
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |