Jakarta (ANTARA) - Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyatakan Indonesia tengah mempersiapkan peningkatan klasifikasi tim Indonesia Search and Rescue (INASAR) dari level medium menuju heavy menjelang proses penilaian ulang oleh International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG) tahun ini.
"Iya, tentu (dipersiapkan), mohon doanya saja, kita memang tahun ini akan di-currency oleh INSARAG," kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii di Tangerang, Banten, Sabtu.
Menurut dia, secara kompetensi personel, tim INASAR dinilai telah memenuhi standar internasional, dimana hasil evaluasi sebelumnya menempatkan INASAR pada level medium atau tingkat dua. Namun terdapat catatan bahwa peningkatan sarana dan prasarana menjadi syarat utama untuk naik ke level heavy atau tingkat satu.
Basarnas menilai peningkatan klasifikasi tersebut penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam forum internasional serta menjaga reputasi tim SAR nasional, khususnya di kawasan Asia Pasifik.
Baca juga: Basarnas: Sertifikasi internasional kunci RI aktif pada misi SAR dunia
Sebagaimana diketahui bila tim INASAR naik ke level tingkat satu maka Indonesia bisa berkontribusi membantu operasi SAR di banyak negara di Eropa dan Amerika.
Sementara untuk saat ini Indonesia melalui INASAR baru bisa berkontribusi dalam operasi SAR negara yang selevel, seperti operasi SAR korban gempa bumi di Myanmar dan Turki beberapa tahun lalu.
"INSARAG sudah memberikan warning terkait dengan kompetensi tim INASAR atau tim SAR yang ada di Indonesia, sebenarnya sudah tidak ada masalah, tinggal sarana-prasarana yang perlu ditingkatkan untuk bisa naik ke heavy cuma masalah itu saja," ungkap Mohammad Syafii.
Baca juga: Basarnas: 18 negara konfirmasi ikuti IISAR 2026 di PIK 2 Banten
Basarnas sebelumnya melaporkan bahwa posisi SAR Indonesia turun ke peringkat delapan Asia Pasifik pada 2025 kepada Komisi V DPR RI. Penurunan tersebut sebagaimana hasil audit organisasi internasional seperti International Maritime Organization (IMO), International Civil Aviation Organization (ICAO), dan INSARAG yang menetapkan standar layanan SAR global.
Syafii mengingatkan apabila persyaratan penambahan sarana dan prasarana yang diklasifikasikan tidak terpenuhi ,maka status medium klas INASAR berpotensi dicabut sehingga dapat memengaruhi posisi diplomasi Indonesia di tingkat internasional.
Untuk itu Basarnas berharap dukungan DPR RI, khususnya Komisi V, agar penguatan sarana dan prasarana dapat segera direalisasikan mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan di lingkar cincin api Pasifik membutuhkan layanan SAR berstandar global.
Baca juga: Basarnas minta dukungan DPR guna jaga peringkat SAR RI di forum dunia
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































