Kemlu-UNCTAD rilis peta jalan pemajuan lokapasar, perdagangan digital

1 week ago 6

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bersama Badan PBB untuk Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) merampungkan “e-Trade Readiness Assessment” (eT Ready) yang menawarkan peta jalan untuk memajukan ekosistem lokapasar dan perdagangan digital nasional.

Direktur Perdagangan Internasional Kemlu RI Ditya Agung Nurdianto menyampaikan bahwa eT Ready, yang peluncurannya dilaksanakan di Jakarta, Kamis (12/2), berperan memberi arah untuk memastikan ekonomi digital Indonesia bertumbuh tak hanya secara tetap, tapi juga lebih adil, aman, dan tangguh

“Temuan dalam kajian ini akan membantu mengarahkan upaya Indonesia dalam memperkuat ekosistem lokapasar dan perdagangan digital serta mendorong penyelarasan yang lebih baik,” kata Ditya, menurut pernyataan tertulis UNCTAD diterima pada Jumat.

Kajian tersebut menyediakan peta jalan berbasis bukti untuk memajukan lokapasar dan perdagangan digital yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan. Diuraikan pula dalam dokumen tersebut langkah strategis untuk memperkuat ekosistem lokapasar nasional, khususnya pembayaran digital serta tata kelola dan regulasi.

Laporan yang disusun berdasarkan konsultasi luas dari pemangku kepentingan tersebut menawarkan langkah praktis untuk meningkatkan koordinasi, memperbaiki logistik, serta membangun keterampilan digital dan memperluas perlindungan siber bagi bisnis daring.

eT Ready juga mengintegrasikan isu lintas sektor, termasuk partisipasi perempuan, kaum muda, penyandang disabilitas, pelaku sektor informal, dan komunitas di wilayah terpencil dalam memastikan transformasi digital bagi semua.

Kajian tersebut memiliki nilai penting bagi ekonomi digital Indonesia yang pada tahun 2024 mencatatkan nilai sekitar 90 miliar dolar AS dan menyumbang sepertiga dari total ekonomi digital ASEAN.

Terlebih, Indonesia telah menempatkan perdagangan digital sebagai inti strategi pembangunannya dalam Visi Indonesia Emas 2045 untuk menjadi negara berpendapatan tinggi.

Lebih lanjut, Wakil Sekretaris Jenderal UNCTAD Pedro Manuel Moreno memastikan eT Ready disiapkan untuk mendukung upaya pemerintah memberdayakan UMKM mengakses lokapasar, membangun kepercayaan transaksi digital, dan memastikan pertumbuhan ekonomi digital.

Ia juga memandang eT Ready, yang merupakan asesmen pertama UNCTAD di negara G20 dengan mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan dalam analisis ekosistem lokapasar digital, mencerminkan kepemimpinan proaktif Indonesia dalam membentuk kebijakan perdagangan digital.

“Indonesia menunjukkan bagaimana transformasi digital dapat menjadi pendorong daya saing dan inklusi secara bersamaan,” ujar Wasekjen UNCTAD.

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |