Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan telah mengambil langkah untuk membantu warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak kebakaran besar sebuah wilayah permukiman di Sabah, Malaysia, pada Minggu (19/4).
“Kementerian Luar Negeri melalui KJRI Kota Kinabalu dan Direktorat Pelindungan WNI terus memonitor perkembangan dan melakukan pendampingan dalam penanganan insiden kebakaran di wilayah Sandakan, Sabah, Malaysia,” kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah, dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Di samping WN Malaysia, sebagian besar penghuni kawasan permukiman yang terbakar tersebut diketahui adalah WNI yang menikah dengan warga setempat serta WN Filipina. Tetapi, kata dia, jumlah pasti WNI yang terdampak kebakaran masih belum diketahui.
Menyusul kejadian tersebut, Kemlu RI bersama KJRI Kota Kinabalu melakukan koordinasi intensif dengan otoritas setempat untuk memperoleh data akurat terkait WNI terdampak serta membantu penanganan pengungsi dan distribusi bantuan.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, para korban telah ditampung di lokasi penampungan sementara dan menerima penanganan dari otoritas setempat.
KJRI Kota Kinabalu juga mempersiapkan fasilitasi dokumen keimigrasian bagi para WNI yang kehilangan dokumen penting mereka akibat kebakaran tersebut, kata Heni.
“Saat ini fokus utama pemerintah adalah memastikan keselamatan dan pendataan seluruh WNI yang terdampak,” ucap Direktur PWNI Kemlu.
Mengingat KJRI Kota Kinabalu masih melakukan pendataan terhadap jumlah pasti WNI terdampak, Heni meminta agar keluarga di Indonesia yang punya kerabat di kawasan tersebut untuk tenang dan menunggu informasi resmi dari pemerintah.
Sebagaimana laporan Kantor Berita Bernama, 9.000 lebih warga dilaporkan terdampak kebakaran besar di kawasan permukiman terapung di Kampung Bahagia, Sandakan, Sabah, Malaysia, Minggu dini hari waktu setempat.
Kepala Kepolisian Distrik Sandakan, ACP George Abd Rakman mengatakan 1.000 dari 1.200 rumah di kawasan tersebut hangus terbakar. Laporan kebakaran diterima pukul 01:30 dini hari, dan lokasi tersebut dinyatakan sebagai daerah bencana pada 04:00 dini hari.
Ia menyatakan pihaknya belum menerima laporan korban jiwa dalam insiden tersebut. “Yang terjadi kemungkinan adalah cedera saat menyelamatkan harta benda atau membantu teman-teman lain," katanya.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim telah menyatakan keprihatinannya atas insiden kebakaran tersebut dan meminta agar keselamatan para korban dan penyaluran bantuan segera menjadi prioritas di tempat kejadian.
Baca juga: Kebakaran besar di Sabah Malaysia, 9.007 warga terdampak
Baca juga: Konjen RI paparkan prioritas pelindungan WNI ke media Sabah
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































