Kementan sebut harga daging ayam terkendali di Tapanuli Utara dan Toba

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan harga dan pasokan daging ayam di Kabupaten Tapanuli Utara dan Toba, Sumatera Utara dalam kondisi terkendali dengan ketersediaan mencukupi serta distribusi berjalan lancar di tingkat peternak dan pasar.

"Kementerian Pertanian melalui Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) Siborongborong terus memantau harga dan ketersediaan pangan hewani saat Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 2026," kata Kepala BPTUHPT Siborongborong Kementen Yude Maulana Yusuf dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Yude mengatakan tim BPTUHPT Siborongborong turun langsung ke pasar-pasar tradisional di Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Toba untuk memastikan pasokan dan harga daging ayam serta telur.

Dia menyampaikan kegiatan itu bertujuan memberikan gambaran riil kondisi pasar sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

"Kami ingin memastikan stok tersedia, distribusi lancar, dan harga bergerak dalam rentang yang wajar menjelang hari besar keagamaan,” ujarnya.

Di Kabupaten Tapanuli Utara, tepatnya di Kecamatan Siborongborong dan di Pasar Tradisional Tarutung, harga daging ayam berada pada kisaran Rp34.000–Rp37.000 per kilogram.

Ia menjelaskan jika dibandingkan dengan harga acuan penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah, harga ayam sebesar Rp40.000 per kilogram, sehingga harga pangan strategis tersebut masih berada di bawah acuan.

Kemudian untuk telur ayam ras Tapanuli Utara dan Toba masih di harga relatif berkisar Rp32.000–Rp35.000 per kilogram, meskipun ada kenaikan sekitar 0,85 persen namun relatif dekat dengan HAP Rp30.000 per kilogram.

Ia menambahkan hasil peninjauan itu menjadi dasar optimisme bahwa kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik, sekaligus menjadi referensi dalam menjaga stabilitas harga dan keamanan pangan di wilayah tersebut.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa ketersediaan dan stabilitas stok pangan nasional dalam kondisi aman dan terkendali menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri 2026.

Dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/2) Amran melaporkan perkembangan stok, produksi, hingga harga pangan strategis nasional.

"Stok pangan kita aman. Untuk dua bulan ke depan lebih dari cukup. Bahkan sampai Idul Fitri, stok 11 sampai 12 bahan pokok tersedia dan dalam kondisi aman," kata Amran.

Ia menjelaskan, dari sembilan bahan pokok utama, sebagian besar sudah berada pada posisi swasembada bahkan mampu menembus pasar ekspor.

Adapun komoditas pangan yang telah swasembada dan surplus meliputi beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, bawang merah, daging ayam termasuk telur ayam ras.

Baca juga: Bapanas tegaskan terus jaga kewajaran harga pangan selama Ramadhan

Baca juga: Pemkot Malang gencarkan GPM di 34 titik jaga kestabilan harga pangan

Baca juga: Bapanas: Harga pangan pokok strategis turun dan mulai stabil

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |