Kementan minta petani lindungi produksi lewat AUTP hadapi El Nino

1 month ago 10
El Nino itu diperkirakan sampai enam bulan (April-September), Insya Allah sektor pangan tetap aman,

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) meminta petani memanfaatkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebagai langkah melindungi produksi di tengah ancaman potensi El Nino yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

"Salah satu langkah (antisipasi menghadapi El Nino) yang terus didorong pemerintah adalah pemanfaatan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP)," kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Dia menyampaikan, program itu dirancang untuk melindungi petani dari berbagai risiko, mulai dari kekeringan, banjir, hingga serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Mentan memastikan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan nasional agar tetap aman di antaranya akselerasi pembangunan infrastruktur pertanian sehingga kesiapan menghadapi El Nino saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Baca juga: BPBD Jatim: 815 desa berpotensi kekeringan dampak Godzilla El Nino

Selain itu, program pompanisasi telah dilakukan dengan pemasangan puluhan ribu pompa di berbagai wilayah sentra produksi beras. Dengan begitu suplai air bagi lahan pertanian tetap terjaga meskipun musim kemarau.

Kementerian itu juga memperkuat sistem irigasi berbasis pompa. Program itu telah berjalan optimal untuk mendukung distribusi air ke lahan pertanian yang sebelumnya bergantung pada kondisi hujan.

Meski begitu, Mentan menekankan kesiapan di tingkat petani menjadi faktor kunci. Antisipasi di lapangan, seperti pengelolaan air, kesiapan lahan, hingga perlindungan usaha tani, perlu dilakukan sebelum dampak El Nino dirasakan.

“El Nino itu diperkirakan sampai enam bulan (April-September), Insya Allah sektor pangan tetap aman,” ujar Mentan.

Baca juga: Menjaga lumbung pangan tetap produktif di tengah ancaman El Nino

Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Andi Nur Alam Syah menegaskan, perlindungan usaha tani menjadi semakin penting di tengah ketidakpastian iklim.

“Risiko dalam usaha tani tidak bisa dihindari, apalagi saat terjadi El Nino. Melalui AUTP, risiko tersebut dapat dialihkan, sehingga ketika terjadi gagal panen, petani tetap memiliki kemampuan untuk melanjutkan usaha tani,” jelasnya.

Ia menambahkan, dukungan terhadap AUTP tidak hanya berasal dari pemerintah pusat, tetapi juga semakin diperkuat oleh pemerintah daerah.

“Sejauh ini sudah ada 13 provinsi yang berkomitmen melalui APBD I dan APBD II untuk mengasuransikan lahan sawah dengan total luasan mencapai 92.986,67 hektare,” ujarnya.

Baca juga: Pakar Unsoed ingatkan dampak El Nino terhadap produksi pangan

Dijelaskan program AUTP merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, yang mengamanatkan negara untuk melindungi petani dari berbagai risiko usaha tani.

Pemerintah pusat dan daerah terus memfasilitasi pelaksanaan program ini, termasuk melalui penyederhanaan proses pendaftaran yang kini semakin mudah dan terintegrasi secara digital.

"Langkah ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," katanya.

Pemerintah mengingatkan perlindungan usaha tani menjadi langkah penting dalam menjaga keberlangsungan produksi. AUTP diharapkan tidak hanya dimanfaatkan saat terjadi kerugian, tetapi menjadi bagian dari perencanaan usaha tani sejak awal.

Baca juga: Dirut Bulog sebut potensi Godzilla El Nino tak ganggu penyerapan beras

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |