Bandarlampung (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) tidak membuka pendaftaran siswa Sekolah Rakyat, namun merekrut mereka berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Kami tidak membuka pendaftaran untuk Sekolah Rakyat. Jadi, yang ada adalah penjangkauan dengan basis DTSEN untuk keluarga paling tidak mampu," kata Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf di Bandarlampung, Minggu.
Selain itu guna memastikan sekolah rakyat tepat sasaran, pihaknya juga melakukan penjangkauan di tempat-tempat tertentu guna melakukan asistensi agar anak yang melakukan kegiatan-kegiatan yang belum sesuai dengan kebutuhan mereka mau diberikan pendidikan melalui program ini.
"Artinya, kami juga proaktif. Misalnya kami melihat anak-anak di jalan yang masih dalam usia sekolah tapi melakukan kegiatan-kegiatan yang belum sesuai dengan kebutuhannya, maka akan diasistensi dan dijangkau untuk bisa masuk ke Sekolah Rakyat," katanya.
Baca juga: Kemensos ajukan penambahan 5.000 guru Sekolah Rakyat
Menurutnya, saat sudah banyak anak-anak di usia sekolah yang ikut dalam program Sekolah Rakyat, yang sebelumnya mereka ikut membantu orang tuanya dan harus putus sekolah.
"Jadi sebelum anak-anaknya bisa mengikuti proses belajar-mengajar di Sekolah Rakyat, orang tuanya kami ajak diskusi. Jadi kalau datanya sama dengan fakta di lapangan dan orang tuanya setuju, maka akan kami berikan sosialisasi tentang berbagai hal yang terkait dengan penyelenggaraan Sekolah Rakyat," katanya.
Ia mengatakan penyelenggaraan Sekolah Rakyat bukan hanya berfokus pada pendidikan anak, tetapi juga turut memberdayakan orang tuanya melalui berbagai program sosial dan ekonomi.
Baca juga: Anggota DPR Ahmad Dhani: Realisasikan Sekolah Rakyat secepatnya
"Yang ingin kami sampaikan bahwa Sekolah Rakyat ini berkaitan langsung dengan pengentasan kemiskinan, dimana orang tua mereka juga akan diberdayakan melalui berbagai program strategis seperti diberikan dukungan bantuan sosial, jaminan kesehatan, hingga keterlibatan dalam Koperasi Desa Merah Putih," kata Mensos Saifullah Yusuf.
Ia berharap dengan berbagai dukungan yang diberikan oleh pemerintah, baik anak yang mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat maupun orang tuanya, dapat terbebas dari kemiskinan dan menjadi keluarga yang mandiri.
"Kami harapkan dalam kurun waktu tertentu, setelah anak-anak tersebut lulus dari Sekolah Rakyat, orang tuanya juga bisa menjadi keluarga yang lebih mandiri," kata Mensos Saifullah Yusuf.
Baca juga: Pemerintah sisir jalanan di Jakarta cari calon siswa Sekolah Rakyat
Pewarta: Dian Hadiyatna
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































