Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata mengimbau semua pihak untuk menjaga citra Indonesia dengan tidak mencari keuntungan yang berlebihan melalui adanya kabar kunjungan grup dunia BTS ke Indonesia dalam rangka tur dunia 2026-2027.
"Jangan gila-gilaan, bukan aji mumpung, karena apa? ini akan membuat wisatawan kapok datang ke Indonesia," kata Plt. Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenpar Vinsensius Jemadu saat ditemui ANTARA di Jakarta, Rabu.
Vinsensius menekankan pemerintah terus mengawasi seluruh acara (event) yang diselenggarakan di Indonesia. Kementerian Pariwisata mengimbau pemerintah daerah maupun mitra dari industri pariwisata untuk menjaga nama baik negara dengan menyajikan pengalaman berwisata yang aman dan nyaman.
Adanya kabar mengenai kunjungan BTS ke Indonesia dinilainya merupakan hal yang baik dan dapat terwujud karena adanya permintaan penggemar yang cukup tinggi, namun perlu diwaspadai adanya potensi para calo baik di sektor akomodasi, transportasi, dan tiket yang ingin mencari keuntungan berlebihan.
Baca juga: Kemenpar ingin ajak BTS kolaborasi kenalkan keindahan Indonesia
Ia meminta pihak-pihak terkait seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk menjaga harga kamar hotel yang ditawarkan pada wisatawan tetap masuk akal.
"Boleh naik, tapi betul-betul masih dalam batas-batas yang terjangkau. Kita juga melihat seperti praktik-praktik di Australia waktu F1, itu juga memang hotel naik semua, tetapi ada batasnya," kata dia.
Menurutnya, Indonesia harus belajar dari pengalaman MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), ketika para calo berusaha menawarkan jasa pada para pengunjung dengan harga yang terlalu tinggi.
Maka dari itu, dia meminta pemerintah daerah, terutama pemerintah DKI Jakarta, untuk mengeluarkan imbauan pada stakeholder akomodasi dan transportasi guna mengawasi kenaikan harga di kawasan setempat.
Sementara terkait adanya kabar di kalangan penggemar melalui platform X yang menyebut adanya calo hotel, Vinsensius memastikan bahwa Kementerian Pariwisata akan ikut serta dalam mengawasi berjalannya event, dan memastikan dalam sistem pemesanan tidak ada calo-calo yang mempersulit penggemar ketika BTS datang ke Indonesia.
"Saya kira untuk hotel-hotel bintang 4 dan 5 sudah mempunyai sistem tersendiri, sehingga sulit sekali untuk melakukan pencaloan. Tetapi bagaimanapun juga, langkah mitigasinya tentu kami harus imbau pada stakeholder hotel untuk menjaga ini jangan sampai muncul calo-calo," ujarnya.
Baca juga: Kemenpar RI ingin pelajari tata kelola taman nasional Afrika Selatan
Sebelumnya, BigHit Music telah mengeluarkan daftar puluhan negara yang menjadi destinasi dari rangkaian tur dunia BTS di tahun 2026-2027.
Dalam daftar itu, BTS dijadwalkan tampil di Indonesia pada tanggal 26 sampai 27 Desember 2026. Adapun promotor yang dipastikan akan membawa grup beranggotakan RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V dan Jungkook itu adalah iMe Indonesia.
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada detail lebih lanjut dari promotor mengenai harga tiket dan mekanisme bagi penggemar di Indonesia untuk dapat bertemu dengan BTS.
Sementara kabar mengenai adanya calo hotel di kalangan penggemar pertama kali mencuat melalui akun komunitas penggemar @armyidfess pada tanggal 21 Januari 2026.
"Habis lihat ada ARMY yang buka jasa joki hotel fee 100 ribu please. Menurut kalian hotel perlu di jokiin kah pesennya? Apa emang aku yang baru tahu saja," tanya penggemar melalui sebuah cuitan yang dititipkan dalam akun komunitas itu.
Pantauan ANTARA hingga pukul 19.05 WIB melalui platform Traveloka dan Agoda pada tanggal 26 dan 27 Desember 2026, harga kamar hotel di sekitar kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta yang ditawarkan pada pengunjung berada pada kisaran Rp1 juta hingga Rp8 juta.
Baca juga: Indonesia-Afsel kolaborasi kembangkan 7 area strategis pariwisata
Baca juga: RI dan Aljazair sepakat kerja sama perkuat sektor pariwisata
Baca juga: Menpar berdialog dengan industri untuk majukan pariwisata nasional
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































