Kemenkebud: kompetisi "storytelling" tingkatkan literasi terkait budaya

17 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Direktur Promosi Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Undri mengatakan tujuan diadakannya kegiatan Storytelling Competition "Culture for the Future" bagi siswa sekolah internasional untuk meningkatkan literasi terkait kebudayaan Indonesia yang begitu luas.

“Tujuan dari lomba ini adalah bagaimana memperkenalkan warisan budaya, kekayaan budaya kita ke sekolah-sekolah internasional baik itu yang berada di tingkat satuan sekolah dasar, SMP maupun sekolah menengah atas,” kata Undri kepada awak media di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu.

Kegiatan perlombaan yang dikhususkan hanya untuk siswa-siswi sekolah internasional ini juga memiliki tujuan yang jelas dalam pelestarian kebudayaan yang dimiliki oleh Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Menurut dia, kegiatan ini juga dapat menjadi ajang diplomasi yang positif untuk lebih memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada anak-anak yang bersekolah di sana.

“Kita ingin sekali di tingkat satuan pendidikan internasional ini, bisa menjadi media diplomasi, media promosi bagi siswa-siswi di tingkat internasional itu. Bagaimana, kekayaan budaya kita ini bisa terkomunikasikan, bisa tersampaikan kepada negara lain atau negara mereka,” jelas dia.

Baca juga: Kemampuan bercerita dan dampak bagi pembangunan bangsa

Gayung bersambut, kegiatan ini mendapatkan respon yang cukup positif dari para siswa yang menimba ilmu di sekolah Internasional yang ada di Indonesia. Lebih dari 700 karya diterima oleh panitia dari 242 sekolah yang ada di Tanah Air.

“Responnya sangat besar sekali, kalau kita lihat dari seluruh peserta, ada 707 peserta dari 241 sekolah yang ada di seluruh Indonesia. Dengan kekuatan itu, kita melihat generasi muda di tingkat sekolah internasional dengan kegiatan ini sangat antusias sekali,” tegas dia.

Nantinya karya-karya para siswa tersebut bakal ditampilkan di platform digital milik kementerian Kebudayaan seperti YouTube, Instagram dan juga sebagai media promosi diplomasi kebudayaan Indonesia.

“Karya-karya mereka itu akan kita publish melalui media Instagram, kemudian Youtube dan juga nanti akan kita promosikan ini bagian dari diplomasi budaya kita,” ujar dia.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa sekolah internasional dan Satuan Pendidikan Kerjasama di Indonesia adalah tempat bertemu berbagai budaya dunia.

Oleh karena itu, dia berharap ajang ini dapat melahirkan duta budaya masa depan.

“Saya berharap dari kompetisi ini lahir duta-duta budaya masa depan yang tahannya cerdas tapi juga memiliki hati luas, seluas samudera. Selamat sekali lagi, selamat merayakan keberagaman kita, toleransi kita, untuk empati kita,” kata dia melalui sambutan video streaming.

Baca juga: Raffi nilai seni bercerita penting bagi komunikasi anak dan orang tua

Baca juga: Kemenekraf perkuat ekosistem storytelling lewat SCENE 2025 Alumni

Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |