Kemenhut soroti peran dunia usaha untuk capai FOLU Net Sink 2030

4 days ago 5

Jakarta (ANTARA) - Dewan Penasihat Ahli Tim Kerja Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Agus Justianto menyoroti pentingnya dukungan dunia usaha untuk mencapai target iklim sektor kehutanan dan penggunaan lahan (Forestry and other land uses/FOLU).

Dalam diskusi daring diikuti dari Jakarta, Kamis, Dewan Penasihat Ahli Tim Kerja Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Agus Justianto menyebut besarnya peran sektor FOLU untuk mencapai target iklim Indonesia, di mana emisi di sektor kehutanan ditargetkan mencapai kondisi net sink atau penyerapan emisi gas rumah kaca (GRK) lebih besar dibandingkan yang dihasilkan pada 2030.

"Pencapaian target tersebut memerlukan kontribusi lintas sektor. Dunia usaha memiliki peran penting melalui efisiensi energi, inovasi teknologi, pengelolaan rantai pasok yang lebih baik, serta penerapan sistem pengukuran dan pelaporan emisi yang akuntabel," kata Agus.

"Inisiatif seperti penanaman pohon, kemudian dukungan terhadap rehabilitasi lahan serta kemitraan dengan masyarakat sekitar kawasan hutan ini juga dapat menjadi bagian dari kontribusi nyata sektor industri dalam memperkuat aksi iklim," tambahnya.

Dia memaparkan bahwa dalam implementasi langkah mencapai FOLU di fase pertama telah dilakukan kegiatan di tingkat tapak dalam bentuk penanaman di lebih dari 17 ribu hektare lahan di seluruh Indonesia.

Rehabilitasi hutan dan lahan itu berkontribusi dalam peningkatan cadangan karbon lebih dari 34 ribu ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e).

"Capaian ini tentu akan terus diperkuat melalui kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan yang juga dijalankan dalam skema FOLU NC2, 3 dan juga 4 serta fase-fase selanjutnya. Sehingga dampaknya semakin luas dan juga berkesinambungan," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut dia mengajak para pihak termasuk dunia usaha untuk berkolaborasi dalam mendukung Pemerintah Indonesia mencapai target FOLU Net Sink 2030.

Tidak hanya lewat Kemenhut, dukungan juga dapat langsung diberikan kepada masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan. Selain juga dalam kegiatan reforestasi di wilayah kawasan hutan lewat kerja sama dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

"Sinergi antar masyarakat, sektor swasta, pemerintah daerah dan juga pemerintah pusat menjadi contoh nyata dukungan bersama dalam pencapaian Indonesia FOLU Net Sink 2030," demikian Agus Justianto.

Baca juga: Kemenhut-Papua Tengah perkuat rencana aksi FOLU Net Sink 2030

Baca juga: Menhut: RI dan Norwegia sudah mulai pembicaraan pendanaan RBC-5

Baca juga: RI-Norwegia luncurkan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan fase 4

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |