Kemenhut kerahkan 240 personel Manggala Agni padamkan karhutla di Riau

5 days ago 10

Pekanbaru, (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengerahkan 240 personel Manggala Agni untuk memastikan bahwa upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus intensif.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengungkapkan bahwa situasi di lapangan saat ini sangat dinamis akibat kombinasi cuaca kering dan angin kencang. Strategi utama yang diterapkan saat ini adalah pelokalisasian titik api secara ketat untuk memutus jalur perambatan.

"Strategi utama saat ini adalah menahan pergerakan api agar tidak memperluas area terdampak. Pengerahan personel dan dukungan lintas wilayah kami lakukan secara terukur," katanya di Pekanbaru, Rabu.

Dia mengatakan 160 personel fokus pada pemadaman langsung, sementara 80 lainnya disiagakan khusus untuk patroli rutin dan deteksi dini titik api baru. Tim gabungan ini bergerak bersama unsur Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika, TNI, Polri, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat.

Baca juga: Kemenhut: Petugas pastikan karhutla tidak meluas di Riau

Dalam operasi ini pihaknya juga melakukan mobilisasi personel tambahan dari berbagai daerah operasi untuk memperkuat daerah yang dilanda karhutla. Satu regu tambahan dari Daops Rengat telah digeser ke Pulau Mendol, Pelalawan, sementara Daops Siak dikirim ke Bengkalis.

"Bahkan, dukungan personel dari luar provinsi, yakni Daops Bukit Tempurung, Jambi, juga telah dikerahkan khusus untuk membantu pemadaman di wilayah Dumai," ungkapnya.

Sejauh ini, titik kebakaran teridentifikasi tersebar di Kabupaten Kampar, Bengkalis, Siak, dan Pelalawan. Lahan yang terdampak memiliki status beragam, mulai dari Hutan Produksi, Kawasan Konservasi, hingga Areal Penggunaan Lain.

Lokasi api terpantau berada sangat dekat dengan perkebunan sawit milik masyarakat maupun perusahaan, serta berbatasan langsung dengan kawasan permukiman warga. Tantangan terbesar dalam proses pemadaman adalah kondisi lahan gambut yang sangat kering akibat nihilnya hujan selama hampir 20 hari.

"Data di lapangan menunjukkan muka air tanah sudah berada pada posisi minus sekitar 90 sentimeter, yang menyebabkan bahan bakar vegetasi di bawah permukaan sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan total secara manual," ujarnya.

Baca juga: Dinkes Riau aktifkan tim medis darurat antisipasi asap karhutla
Baca juga: Satu pesawat bantuan BNPB untuk modifikasi cuaca tiba di Riau

Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |