Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat sistem distribusi energi nasional di alur pelayaran Tanjung Intan Cilacap, Jawa Tengah, melalui dukungan teknologi smart buoy (pelampung suar cerdas).
Direktur Kenavigasian Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Hernadi Tri Cahyanto mengatakan pihaknya melakukan terobosan dalam memodernisasi Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) guna menjamin keselamatan pelayaran dan kelancaran logistik hingga energi nasional.
"Ini diperkuat dengan kolaborasi strategis antara Ditjen Perhubungan Laut dengan BRIN untuk mengimplementasikan teknologi smart buoy di Alur Pelayaran strategis Tanjung Intan Cilacap," kata Hernadi dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Dia menyampaikan wilayah itu dipilih karena peran vitalnya sebagai simpul logistik regional dan jalur utama distribusi energi, mengingat Cilacap merupakan rumah bagi kilang minyak terbesar di Indonesia.
Menurutnya sinergi antara sektor riset dan operasional merupakan kunci menjawab tantangan keselamatan pelayaran yang kian kompleks. Teknologi smart buoy, tidak hanya memantau posisi, tetapi mendapatkan data real-time mengenai keandalan SBNP.
"Jika ada gangguan atau pergeseran posisi, sistem akan memberikan notifikasi seketika sehingga penanganan bisa lebih cepat dan akurat," ujar Hernadi.
Inisiatif di Distrik Navigasi Tanjung Intan Cilacap itu, lanjut Hernadi, diharapkan akan menjadi percontohan nasional dalam pengembangan SBNP berbasis teknologi di 25 Distrik Navigasi lainnya yang mengelola total 5.468 unit SBNP di seluruh Indonesia.
“Digitalisasi SBNP memungkinkan pemeliharaan yang lebih terukur dan mengurangi risiko kecelakaan kapal di alur sempit yang dapat mengganggu distribusi energi nasional,” jelasnya.
Alur pelayaran Tanjung Intan Cilacap melayani lalu lintas Kapal Tanker menuju Kilang Pertamina Internasional RU IV Cilacap yang memiliki kapasitas produksi 348.000 barel per hari, sehingga apabila terjadi gangguan pada navigasi di jalur itu berpotensi menghambat stabilitas ekonomi nasional.
Hernadi menuturkan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung terhadap unit smart buoy nomor 19 serta demonstrasi sistem monitoring digital yang menampilkan performa lampu dan sensor pelampung suar secara terintegrasi.
Momentum itu, tambah Hernadi, juga ditandai dengan penyerahan Piagam Penghargaan atas kolaborasi riset dan inovasi dalam pengembangan fitur smart buoy pada pelampung suar (redesign) berdiameter 2,5 meter.
Baca juga: Menhub temui KDM perkuat pengawasan titik rawan mudik Lebaran di Jabar
Baca juga: Kemenhub periksa kelaiklautan kapal penumpang untuk Angkutan Lebaran
"Penghargaan ini menjadi simbol sinergi antara sektor riset dan sektor operasional dalam menghadirkan inovasi yang aplikatif dan berdampak nyata bagi keselamatan pelayaran serta ketahanan energi nasional," imbuh Hernadi.
Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria menekankan pengembangan smart buoy sejalan dengan agenda prioritas pemerintah dalam memperkuat sektor maritim, mendorong transformasi digital, serta memperkokoh ketahanan energi nasional.
“Melalui sistem monitoring berbasis real-time dan data presisi, keselamatan alur pelayaran di wilayah strategis seperti Alur Tanjung Intan Cilacap yang merupakan kawasan objek vital energi nasional dapat terjamin secara lebih akurat, responsif, dan terintegrasi,” jelas Arif.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































