Kemenhub catat 147 juta orang lakukan perjalanan Lebaran 2026

1 month ago 17
terhitung pada 13-29 Maret 2026 selama 17 hari, jumlah orang yang melakukan perjalanan adalah 147 juta orang

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan mencatat sebanyak 147 juta orang melakukan perjalanan selama masa operasional Angkutan Lebaran 2026 berdasarkan data Mobile Positioning Data (MPD) terhitung sejak tanggal 13 hingga 29 Maret.

"Berdasarkan data mobile positioning data MPD, terhitung pada 13-29 Maret 2026 selama 17 hari, jumlah orang yang melakukan perjalanan adalah 147 juta orang," kata Wakil Menteri Perhubungan Suntana di Gedung Bina Graha Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu.

Capaian pergerakan masyarakat tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 2,5 persen jika dibandingkan dengan angka prediksi awal yang semula diperkirakan hanya mencapai 143 juta orang.

Kementerian Perhubungan menilai lonjakan ini sebagai indikasi antusiasme masyarakat Indonesia untuk merayakan hari Lebaran dan bersilaturahmi dalam kondisi yang aman dan lancar.

Baca juga: Menhub: Realisasi pergerakan angkutan Lebaran capai 147,55 juta orang

Baca juga: Kemenhub ingatkan bahaya balon udara liar bagi penerbangan

Data evaluasi juga menunjukkan adanya pergeseran pola perjalanan masyarakat yang kini semakin banyak memanfaatkan moda angkutan umum di semua sektor transportasi selama masa Lebaran tahun ini.

"Jadi ada pergeseran masyarakat kita memanfaatkan angkutan umum di semua sektor. Berjumlah 23,54 juta orang. Ini mengalami kenaikan," tutur Wamenhub menjelaskan tren penggunaan transportasi massal.

Berdasarkan rincian per moda, kenaikan tertinggi terjadi pada sektor penyeberangan yang mencapai 15 persen, disusul angkutan jalan sebesar 11,6 persen, dan moda kereta api yang meningkat 10 persen.

Sektor angkutan laut juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,86 persen, sementara moda angkutan udara domestik mengalami kenaikan sebesar 6,97 persen dibandingkan periode tahun lalu.

Pemerintah juga mencatat pergerakan kendaraan pribadi yang keluar dari wilayah Jabodetabek mencapai 2,97 juta unit, dengan distribusi utama sebesar 51 persen menuju arah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Keberhasilan pengelolaan arus besar ini disebut sebagai hasil koordinasi intensif lintas sektor serta kolaborasi antarlembaga yang menjadi kunci utama dalam memberikan layanan bagi masyarakat.

"Kolaborasi ini menjadi salah satu kunci utama seperti yang disampaikan oleh Presiden Prabowo bahwa ini merupakan tim bersama untuk memberikan layanan kepada masyarakat," kata Wamenhub.

Baca juga: Menhub pastikan kelancaran arus balik penyeberangan Sumatra-Jawa

Baca juga: Kemenhub pertimbangkan kenaikan harga tiket pesawat usulan INACA

Pewarta: Aditya Ramadhan, Prisca Triferina Violleta
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |