Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mengajak Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Jakarta untuk memfasilitasi lebih banyak kolaborasi antarpelaku usaha ekonomi kreatif kedua negara, terutama industri gim.
“Kami berharap Kedutaan Besar AS dapat membawa lebih banyak pelaku dan subsektor ekonomi kreatif dari Amerika Serikat untuk berkolaborasi dan berbagi pengalaman di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi Kedubes AS yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Ia berharap penguatan kerja sama tersebut dapat tercipta melalui kehadiran American Corner di setiap ruang kreasi (creative hub) di Indonesia di masa mendatang.
“Dengan kolaborasi ini, kami yakin akan lebih mudah bagi kami untuk mengaktivasi dan mengoptimalkan fungsi ruang-ruang kreatif tersebut,” kata Riefky.
Pihaknya pun menilai esports sebagai salah satu sektor yang terus berkembang sebagai penggerak ekonomi kreatif dan mendukung inisiatif American Spaces Indonesia Esports Development (ASIED) yang digagas oleh Kedubes AS.
“Esports hari ini telah menjadi bagian penting dari ekonomi kreatif Indonesia. Di dalamnya tidak hanya ada atlet, tetapi juga caster, content creator, coach, event organizer dan banyak profesi kreatif lainnya yang tumbuh bersama dalam satu ekosistem,” katanya.
Baca juga: Kemenekraf memfasilitasi empat jenama kuliner jajaki pasar dunia
Baca juga: Kemenekraf gandeng pegiat seni digital meriahkan hari Kemerdekaan RI
Ia menuturkan pengembangan sumber daya manusia di subsektor gim sejalan dengan upaya pihaknya untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.
Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) terus memperluas akses ruang belajar, ruang berkarya dan creative hub bagi generasi muda di berbagai daerah agar semakin banyak talenta kreatif yang siap memasuki industri gim nasional.
“Karena itu, kami siap melanjutkan kolaborasi agar semakin banyak talenta muda Indonesia memperoleh kesempatan berkembang,” ucap Teuku Riefky Harsya.
Inisiatif ASIED adalah program pengembangan talenta digital muda Indonesia yang memanfaatkan esports sebagai media kegiatan melalui lokakarya manajemen penyelenggaraan kompetisi, penyiaran, operasional liga, desain grafis, pembuatan konten, hingga komentator pertandingan.
Program berskala nasional tersebut berlangsung selama lebih dari tujuh bulan dan digelar di tujuh kota, yakni Padang, Pontianak, Semarang, Yogyakarta, Malang, Makasar, dan Ambon, serta diikuti oleh lebih dari 1.750 peserta dan 50 komunitas esports di seluruh Indonesia.
Sebagai puncak penyelenggaraan program ASIED, Kedubes AS berkolaborasi dengan Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), Yayasan Odong Prestasi Indonesia, dan Akademi Garudaku untuk menggelar Babak Final Kejuaraan Nasional Esport Indonesia American Spaces di @america, Jakarta, Jumat (17/7).
Penjabat Urusan Publik Kedubes AS di Jakarta Abraham Lee mengatakan ekosistem digital dapat menjadi katalis untuk menjalin persahabatan antarnegara.
Ia pun menilai bahwa esports telah menjadi salah satu wadah utama untuk menghubungkan para generasi muda lintas budaya dan benua.
“Melalui ASIED, kita bisa melihat langsung bagaimana kecintaan yang sama terhadap gim dapat mendorong terciptanya relasi persahabatan, membangun keahlian, dan membuka pintu peluang bagi kaum muda Indonesia dan bagi hubungan AS-Indonesia yang lebih luas,” ucap Abraham Lee.
Baca juga: Kemenekraf bukukan aset Rp20,62 miliar di tahun perdana kementerian
Baca juga: Kemenekraf perkuat koperasi melalui pemberdayaan pelaku ekraf desa
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































