Kemenekraf dan Re-Publik Foto gelar Lomba Zine Imlek Nasional 2026

11 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Dalam rangka Harmoni Imlek Nusantara 2026, Re-Publik Foto menghadirkan Lomba Zine Imlek Nasional 2026, bekerjasama dengan Direktorat Penerbitan dan Fotografi di Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf).

Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf, Agustini Rahayu, turut mengapresiasi inisiatif ini sebagai bentuk penguatan ekosistem media kreatif berbasis komunitas.

“Perayaan budaya seperti Imlek memiliki nilai sejarah dan sosial yang penting. Ketika diolah melalui medium zine, ia tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga ruang dialog lintas generasi dan lintas budaya. Kami berharap kompetisi ini melahirkan karya-karya yang segar, kritis, dan mampu merepresentasikan keberagaman Indonesia secara inklusif,” kata Agustini dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Prabowo: Imlek 2026 cerminan jati diri RI sebagai bangsa besar

Baca juga: Menag nilai Harmoni Imlek lekat dengan spiritual dan budaya Nusantara

Lomba zine ini adalah sebuah kompetisi kreatif yang mengajak publik untuk merayakan Tahun Baru Imlek melalui medium zine sebagai ruang ekspresi visual dan narasi personal.

Kompetisi ini menjadi wadah bagi fotografer, pegiat visual, penulis, dan kreator lintas disiplin untuk merekam, menafsirkan, dan mengarsipkan momen Imlek dalam bentuk yang intim, reflektif, sekaligus eksperimental.

Rangkaian kegiatan ini juga dilengkapi dengan program pengembangan kapasitas yang terbuka untuk seluruh peserta dan publik.

Rangkaian kegiatan Lomba Zine Harmoni Imlek Nusantara 2026 juga menghadirkan Lokakarya Daring (Workshop Online) bersama Chris Tuarissa, Marrysa Tunjung Sari, dan Cekrek Hore Club yang telah terselenggarakan pada Minggu, 15 Februari 2026.

Selain itu, peserta juga dapat mengikuti Photowalk di Bundaran HI yang menampilkan perayaan malam Imlek pada Senin, 16 Februari 2026.

Lokakarya ini dirancang untuk memperkaya pemahaman peserta tentang konsep zine, storytelling visual, penyusunan narasi, hingga strategi penyajian karya agar memiliki kekuatan gagasan dan kedalaman konteks.

Founder Re-Publik Foto, Fauzan, menyampaikan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang dokumentasi budaya yang hidup.

“Zine adalah medium yang personal sekaligus politis. Ia memungkinkan kita menyimpan ingatan kolektif dalam format yang sederhana namun bermakna. Melalui Lomba Zine Imlek Nasional 2026, kami ingin mendorong lahirnya arsip visual yang jujur tentang bagaimana Imlek dirayakan hari ini di rumah, di jalan, di ruang publik, maupun dalam percakapan sehari-hari,” kata Fauzan.

Senada dengan itu, Direktur Penerbitan dan Fotografi Kementerian Ekonomi Kreatif, Iman Santosa, menegaskan pentingnya inisiatif ini dalam ekosistem kreatif nasional.

“Zine adalah bagian dari ekosistem penerbitan independen yang tumbuh dari akar komunitas. Kompetisi ini bukan hanya memacu kreativitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi kreator, mulai dari produksi, distribusi, hingga pengembangan pasar publikasi alternatif," kata Iman.

Pihaknya melihat inisiatif ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat rantai nilai subsektor penerbitan dan fotografi, sekaligus mendorong lahirnya wirausaha kreatif berbasis karya dan budaya.

Lomba Zine Harmoni Imlek Nusantara 2026 bertujuan untuk mendorong partisipasi publik dalam mendokumentasikan perayaan Imlek secara kreatif dan kontekstual, menguatkan praktik storytelling visual berbasis komunitas, membuka ruang dialog lintas budaya melalui karya zine, dan membangun arsip visual yang merekam dinamika Imlek masa kini.

Pengumuman pemenang Lomba Zine Harmoni Imlek Nusantara 2026 akan dilakukan pada 1 Maret 2026. Karya-karya terpilih berkesempatan untuk dipamerkan dan dipublikasikan sebagai bagian dari rangkaian dokumentasi Harmoni Imlek Nusantara 2026.

Melalui kompetisi ini, Re-Publik Foto mengajak publik untuk tidak hanya merayakan Imlek sebagai peristiwa seremonial, tetapi juga sebagai ruang refleksi, pertemuan budaya, dan proses kreatif yang terus berkembang.

Baca juga: Potret Yiwu International Trade City yang kembali beroperasi setelah libur Imlek

Baca juga: Harmoni Imlek Nusantara wujudkan akulturasi kekayaan budaya Indonesia

Baca juga: AHY: Festival imlek bukti Indonesia menghargai perbedaan

Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |