Kemendikdasmen: Revitalisasi amanah rakyat dorong belajar menyenangkan

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan program revitalisasi satuan pendidikan bukan sekadar proyek fisik, melainkan amanah besar dari rakyat untuk masa depan anak bangsa.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengatakan revitalisasi satuan pendidikan mendorong terciptanya pembelajaran yang menyenangkan melalui metode pembelajaran mendalam yang humanis dan kontekstual bagi para murid.

“Ini adalah amanah titipan dari masyarakat, dari rakyat kita. Uang ini harus kita awasi bersama karena ini berasal dari pajak rakyat,” tegas Wamendikdasmen Atip dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Kamis.

Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam kunjungan kerja di Sumatra Selatan guna meninjau implementasi program prioritas pendidikan di SD Negeri 06 Indralaya, SMP Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS) dan SMA Negeri 21 Palembang.

Atip lantas mengingatkan pentingnya integritas dalam pengelolaan anggaran yang sudah dialokasikan secara presisi.

“Semua sudah dihitung agar hasilnya optimal. Tidak perlu lagi ada praktik-praktik yang tidak benar dalam perencanaan maupun pengawasan fee,” imbuhnya.

Pemerintah, lanjutnya, memilih skema swakelola dalam revitalisasi tersebut guna menumbuhkan rasa memiliki (sense of responsibility) dari pihak sekolah. Wamen Atip memaparkan bahwa langkah ini terbukti efisien.

Dari anggaran sekitar Rp16,9 triliun, Pemerintah melalui pihaknya berhasil meningkatkan jangkauan dari 13.400 menjadi sekitar 16.150 satuan pendidikan di seluruh Indonesia dalam waktu singkat, yakni sekitar 4-5 bulan.

Namun begitu, ia memberikan catatan agar sumber daya lokal dan perguruan tinggi dilibatkan lebih optimal guna menghidupkan ekonomi daerah.

“Kita ingin melihat berapa banyak tenaga kerja lokal yang bisa terserap melalui program swakelola ini. Ini yang akan terus kami evaluasi,” ujarnya.

Selain infrastruktur, Atip pun menyoroti pentingnya akurasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Ia menegaskan pentingnya kejujuran dalam pengisian data yang tidak sesuai fakta.

Mengawali kunjungan di SD Negeri 06 Indralaya, Atip turut meninjau kelas matematika dan berdialog langsung dengan guru.

Ia pun menyarankan agar pengajaran Matematika tidak lagi sekadar angka, namun melalui narasi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Saya berpesan kepada guru agar mulai memberikan soal matematika yang kontekstual. Buatlah pembelajaran itu mendalam namun tetap menyenangkan,” kata Atip.

Pada kesempatan itu, ia juga mendorong para murid untuk berani berbicara tanpa takut salah secara tata bahasa (grammar).

“Bahasa Inggris bukan sekadar bahasa asing, tapi bahasa internasional dan sains. Ini adalah keharusan. Masukan saya untuk guru, gunakan bahasa Inggris sepenuhnya di kelas karena bahasa itu perlu dipaksa agar terbiasa,” ujarnya.

Baca juga: Kolaborasi Pemda, guru, dan pemuda revitalisasi bahasa daerah

Baca juga: MBG beri ruang praktik bagi lembaga kursus

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |