Jakarta (ANTARA) - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mengharapkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mampu menjadi wadah pengembangan potensi dan komoditas unggulan desa secara profesional.
"Nah ini juga kita harapkan, bagaimana agar setiap daerah tertinggal ini memiliki komoditas keunggulan yang dikelola secara profesional,” ujar Kepala Badan Pengembangan dan Informasi (BPI) Desa dan Daerah Tertinggal Kemendes PDT Mulyadin Malik dalam kegiatan Survei Persepsi Positioning Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dalam Kancah Nasional, seperti dipantau secara daring di Jakarta, Rabu.
Lebih lanjut, Mulyadin menyampaikan bahwa pengembangan BUMDes sejatinya bernilai penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi baru di desa dan daerah tertinggal sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat desa. Ia kemudian mengatakan pemerintah telah mendorong penguatan BUMDes sejak tahun 2015 dan saat ini sudah terdapat puluhan ribu BUMDes berbadan hukum di berbagai daerah.
“Nah mungkin dengan wadah yang kita sudah canangkan sejak 2015, BUMDes yang sudah berkekuatan hukum sudah puluhan ribu sekarang. Tinggal, bagaimana BUMDes ini dapat menjadi wadah ekonomi dalam rangka komoditas keunggulan,” ujarnya.
Menurut Mulyadin, BUMDes tidak hanya dapat diarahkan sebagai entitas bisnis, tetapi juga memiliki fungsi sosial dalam mendukung masyarakat desa. Dia lalu menjelaskan filosofi awal pembentukan BUMDes menggabungkan fungsi ekonomi dan sosial. Dengan demikian, kata dia, manfaat badan usaha itu dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa.
“BUMDes itu kalau dilihat filosofi awalnya adalah lembaga ekonomi yang berbasis privat dan sosial, tidak hanya mengejar sebuah keuntungan, tetapi dia juga ada nilai-nilai sosial di situ,” ujar Mulyadin.
Ke depannya, ia berharap pengembangan BUMDes dapat memperkuat kemandirian desa melalui pengelolaan potensi lokal yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan masyarakat setempat.
"Jadi sekali lagi, harapan besar ke depan, ini BUMDES sebagai motor ekonomi yang betul-betul bottom-up (digerakkan dari bawah)," ucap dia.
Baca juga: Kemendes jadikan pengembangan BUMDes "output" prioritas pada 2026
Baca juga: Mendes PDT ajak bupati kembangkan potensi desa dan genjot ekonomi
Baca juga: Mendes minta kepala daerah identifikasi potensi desa
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































