Kemenag susun metode belajar baca Al Quran standar Indonesia

2 weeks ago 6

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama tengah menyusun Metode Belajar Membaca Al Quran Standar Indonesia yang dirancang menjadi rujukan nasional dalam pembelajaran membaca Al Quran secara lebih sistematis dan terukur di berbagai satuan pendidikan keagamaan.

“Pembelajaran Al Quran adalah fondasi utama. Negara harus hadir memastikan metode yang digunakan masyarakat memiliki standar yang baik, mudah dipahami, dan tetap menjaga kaidah yang benar,” ujar Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Kamis.

Penyusunan metode baca Al Quran ini dibahas dalam audiensi Menteri Agama bersama dengan Tim Penulis Metode Pembelajaran Al Quran di Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta.

Menag mendukung penuh terhadap percepatan penyelesaian buku tersebut. Ia menilai kehadiran metode standar menjadi bagian dari komitmen negara dalam memastikan layanan pendidikan keagamaan yang berkualitas dapat dirasakan hingga lapisan paling dasar masyarakat.

“Karena itu kita dorong agar metode ini segera disempurnakan dan dapat diluncurkan secepat mungkin,” ujarnya.

Baca juga: Kemenag-British Council perkuat kemampuan bahasa Inggris guru madrasah

Menag berharap proses penyempurnaan dapat segera dituntaskan sehingga peluncuran buku dapat dilaksanakan pada 17 Ramadhan sesuai rencana, sekaligus menjadi momentum penguatan literasi Al Quran nasional.

Sementara itu, Kasubdit Pendidikan Al Quran Ditjen Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Aziz Syaifuddin mengatakan hingga kini Indonesia belum memiliki metode membaca Al Quran standar nasional yang disusun pemerintah.

Karena itu, kata dia, penyusunan buku ini menjadi langkah penting untuk menghadirkan pedoman pembelajaran yang memiliki karakter khas Kementerian Agama dan dapat diterapkan secara luas di masyarakat.

Menurut dia, metode tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran Al Quran mulai dari TPA, madrasah, hingga pesantren. Sebelum diluncurkan, buku akan melalui tahapan uji publik dengan melibatkan para pakar Al Quran guna memperoleh masukan dan penyempurnaan substansi.

“Kami ingin memastikan metode ini matang secara akademik dan praktis, sehingga benar-benar bisa meningkatkan kualitas pembelajaran Al Quran," ujarnya.

Baca juga: Mahasiswa Unej rancang media pembelajaran literasi sains Al Quran
Baca juga: Ditjen Pesantren akan urus lebih dari 42 ribu pesantren

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |