Kemenag: MOOC Pintar bidik pelatihan 500 ribu pendidik secara serentak

4 weeks ago 23
Jika pelatihan tetap dilakukan secara konvensional, maka ketertinggalan kompetensi ASN adalah sebuah keniscayaan

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) mematangkan desain pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis digital dengan mengusung pendekatan inovatif Micro-Credentials melalui platform MOOC Pintar, yang menargetkan partisipasi masif hingga 500.000 pendidik secara serentak.

“Jika pelatihan tetap dilakukan secara konvensional, maka ketertinggalan kompetensi ASN adalah sebuah keniscayaan,” ujar Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) SDM Kemenag Mastuki di Jakarta, Kamis.

Mastuki menegaskan transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk menjangkau jutaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh Indonesia.

Menurutnya, transformasi besar ini didorong oleh enam alasan krusial yang saling berkaitan. Pertama, terkait skala masalah, digitalisasi menjadi solusi efektif untuk menjangkau jutaan ASN yang tersebar luas.

Baca juga: Kemenag efisiensikan anggaran Rp8,6 triliun lewat layanan digital

Kedua, adanya efisiensi anggaran melalui optimalisasi biaya pelatihan. Ketiga, faktor kecepatan belajar yang memungkinkan akses informasi tersampaikan lebih cepat.

Keempat, mewujudkan akses yang adil sehingga pendidik di daerah terpencil mendapatkan materi berkualitas sama. Kelima, penggunaan sistem berbasis data untuk pemantauan progres secara real-time.

Terakhir, transformasi ini merupakan bentuk adaptasi terhadap perubahan cara belajar masyarakat yang menuntut fleksibilitas.

“Digitalisasi melalui platform Pintar memastikan standar materi yang sama persis diterima oleh seluruh guru, kepala madrasah, hingga staf secara serentak dari sumber utama,” katanya.

Baca juga: 1,5 juta pegawai Kemenag terlayani pembelajaran digital sepanjang 2025

Sementara itu Pakar Pendidikan sekaligus mantan Sekjen Kemenag periode 2006-2014 Bahrul Hayat menjelaskan tren pengembangan kompetensi masa kini dan masa depan bergeser ke arah micro-credentials. Dalam pendekatan ini tema besar diturunkan menjadi sub-sub tema yang lebih spesifik dan ringkas.

"Ini akan sangat membantu dan memudahkan peserta dalam belajar. Jika peserta hanya memiliki waktu dua atau tiga jam, mereka tetap bisa belajar. Jadi, untuk mengembangkan kompetensi, mereka tidak harus menyediakan waktu tiga hari atau seminggu penuh," ujar Bahrul Hayat.

Selain fleksibilitas, kata dia, penting adanya pengakuan bertingkat bagi peserta. Misalnya, penyematan gelar atau level kompetensi tertentu bagi mereka yang telah menyelesaikan lima materi, sepuluh materi, dan seterusnya, sebagai bentuk apresiasi atas progres belajar mereka.

Baca juga: Kemenag laporkan peserta MOOC Pintar capai 1,3 juta sepanjang 2025

Baca juga: Rekor, 159.884 pendaftar ikut pelatihan di MOOC Pintar Kemenag

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |