Kemdiktisaintek jajaki kolaborasi riset dan pendidikan dengan Rusia

1 day ago 4

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menerima kunjungan resmi delegasi Bauman Moscow State Technical University (BMSTU) Rusia dalam rangka penguatan kerja sama pendidikan tinggi dan riset di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Kamis (19/2).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Pemerintah Rusia dalam hal pemberian beasiswa, yang rencananya diintegrasikan ke dalam program Beasiswa Garuda.

Baca juga: Tambah jumlah dokter, Kemdiktisaintek resmikan PPDS di Bali dan Nusra

Ia menuturkan bahwa Indonesia dapat mengembangkan berbagai join program, seperti riset bersama dengan perguruan tinggi di Indonesia dengan delapan prioritas nasional, serta pertukaran mahasiswa atau profesor.

"Kami berharap dapat segera memulai program riset bersama yang konkret, termasuk pertukaran profesor, kunjungan akademik, serta kolaborasi pembimbing bersama untuk program doktor," kata Menteri Brian.

Sementara itu, Rektor BMSTU, Mikhail Gordin menuturkan kehadiran delegasinya untuk menjajaki peluang kerja sama dan rekrutmen mahasiswa internasional.

Dalam paparannya, dia menjelaskan perihal kuota khusus yang disediakan oleh BMSTU dan proses seleksi mahasiswa akan difasilitasi oleh perwakilan resmi Rusia di Indonesia.

Kuota tambahan tersebut, jelas Gordin, difokuskan untuk program magister selama dua tahun dan program doktor dengan durasi waktu sekitar dua tahun penelitian intensif di laboratorium bersama profesor dan insinyur.

Baca juga: Kemdiktisaintek buka peluang kemitraan pendidikan tinggi dengan Oxford

Baca juga: 795 ribu PMI minim keterampilan, Kemendiktisaintek perkuat kampus

Ia menyebut BMSTU sebagai salah satu universitas teknik terkemuka Rusia menawarkan keunggulan dalam bidang robotika, komputasi kuantum, teknologi antariksa, manufaktur cerdas, dan teknologi hijau.

"Kami juga memiliki kuota tambahan yang dialokasikan khusus untuk universitas kami. Kuota tersebut sebagian besar akan digunakan untuk program magister dan program postdoctoral," ujar Mikhail Gordin.

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |