Jakarta (ANTARA) - Penyanyi dan aktris senior Sita Nursanti sukses mencuri perhatian dalam pementasan drama musikal "Calon Arang" garapan EKI Dance Company di Graha Bhakti Budaya (GBB), Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis malam.
Pementasan dalam rangka merayakan 30 tahun usia EKI Dance Company itu dikomentari oleh pendiri EKI, Aiko Senosoenoto, seperti reuni lakon klasik "Madame Dasima" pada awal tahun 2000-an silam yang juga berlangsung di Graha Bhakti Budaya, sekaligus debut pertama Sita Nursanti di teater musikal.
"Kini, Sita kembali dalam pementasan musikal Calon Arang untuk memerankan karakter Dewi Durga," kata Aiko dalam video sambutannya yang diputar sebelum pementasan berlangsung.
Usai pementasan yang disutradarai oleh Ara Ajisiwi tersebut, Sita ramai mendapat sambutan tepuk tangan dari penonton.
Saat ANTARA menghampiri, ia pun membocorkan rahasia di balik performa vokalnya yang tetap prima saat mengeksekusi nada-nada tinggi di atas panggung.
"Kalau pesan untuk teman-teman yang lain yang baru, rajin-rajin belajar, berlatih vokal saja dengan baik. Jangan takut suaranya nanti berubah kalau tekniknya benar, nggak apa-apa," ungkap Sita saat ditemui di koridor luar GBB TIM.
Mantan personel grup vokal Rida Sita Dewi ini menegaskan bahwa tidak ada ramuan rahasia yang instan.
Kunci utama eksistensi dan kesehatan pita suaranya selama tiga dekade berkarier murni terletak pada kedisiplinan menjaga teknik dasar bernyanyi.
"Teknik itu penting karena tekniklah yang menyelamatkan kita sampai usia, sampai kapan pun gitu," tegas Sita.
Sita menjelaskan bahwa dirinya melihat sebuah lagu bukan sekadar rangkaian nada biasa, melainkan sebuah bangunan yang memiliki konstruksi. Penyanyi harus jeli memilah kapan harus memakai nada pelan maupun keras.
Dalam kesempatan itu, Sita merasa sangat terbantu oleh kesiapan aransemen musik yang digarap matang oleh komposer Oni Krisnerwinto. Kematangan aransemen dari komposer tersebut membuatnya bisa fokus pada penjiwaan karakter tanpa harus kesulitan beradaptasi saat harus bernyanyi nada tinggi.
Pementasan musikal "Calon Arang" sendiri dijadwalkan masih akan terus bergulir dalam enam sesi pertunjukan lanjutan hingga 20 September 2026. Di sela jadwal yang padat, Sita memilih tetap konsisten menjalani latihan mandiri untuk menjaga stamina dan ingatan materinya.
"Enggak masih, biasa aja, nyanyi biasa aja. Latihan biasa aja. Ya saya latihan sendiri aja menghafal terus gimana biar biar biar hafal," kata Sita.
Baca juga: Drama musikal "Calon Arang" sihir masyarakat Hangzhou
Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































