Kemarin, RI berpotensi pusat budaya dunia-respons campak WNA

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita menarik dari akhir pekan lalu (23/2) dapat disimak kembali, mulai dari Menteri Kebudayaan menyoroti potensi Indonesia sebagai pusat kebudayaan dunia hingga Kementerian Kesehatan merespon kasus campak WNA Australia yang perjalanan dari Indonesia.

Selengkapnya dapat dibaca di sini.

1.) Fadli Zon: Indonesia berpotensi jadi pusat kebudayaan dunia

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengatakan Indonesia berpotensi menjadi pusat kebudayaan dunia karena memiliki megadiversity budaya.

“Dengan lebih dari 17.000 pulau, sekitar 1.340 suku bangsa, dan ratusan bahasa daerah, Indonesia disebut sebagai negara dengan megadiversity budaya yang menjadikannya berpotensi menjadi pusat kebudayaan dunia dan kekuatan besar (super power) di bidang kebudayaan,” kata Menbud Fadli Zon dalam keterangan diterima di Surabaya, Jawa Timur, Minggu.

Baca juga: Fadli Zon: Indonesia berpotensi jadi pusat kebudayaan dunia

2.) PBNU resmikan 41 SPPG di Lombok untuk perkuat kemandirian pesantren

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meresmikan 41 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) NU yang berpusat di Pondok Pesantren Darul Quran Bengkel, Labuapi, Nusa Tenggara Barat, sebagai langkah memperkuat kemandirian pesantren.

“Program ini hadir untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia pesantren agar lahir generasi yang berkualitas dan berdaya saing,” ujar Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Baca juga: PBNU resmikan 41 SPPG di Lombok untuk perkuat kemandirian pesantren

3.) KPAI: Kekerasan anak diduga oleh ibu tiri Sukabumi merupakan filisida

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan bahwa kasus kekerasan terhadap anak diduga dilakukan oleh ibu tiri, yang berujung korban meninggal dunia di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, merupakan filisida.

"Kasus di Surade, Kabupaten Sukabumi, di mana anak berinisial N (12) dianiaya oleh ibu tiri termasuk dalam kasus filisida, yaitu pembunuhan anak oleh orang tua, dalam hal ini adalah ibu tiri," kata Anggota KPAI Diyah Puspitarini saat dihubungi di Jakarta, Minggu.

Baca juga: KPAI: Kekerasan anak diduga oleh ibu tiri Sukabumi merupakan filisida

4.) Warga waspadai sungai yang melebar pascabencana banjir di Aceh Timur

Warga penyintas bencana banjir bandang yang berlokasi di Dusun Ranto Panyang Rubek, Aceh Timur, Aceh, mewaspadai sungai yang melebar hingga 30 meter dan ​​berarus deras pascabencana tersebut.

“Pinggiran ini sudah lebar. Biasanya juga nggak ada gelombang-gelombang ini, sekarang kami kayak jadi takut juga. Lebarnya nambah kira-kira 30 meter sudah ini. Dari 100 meter,” ujar Ridwan (40), seorang warga penyintas bencana banjir tersebut.

Baca juga: Warga waspadai sungai yang melebar pascabencana banjir di Aceh Timur

5.) Kemenkes respons notifikasi campak WNA yang perjalanan dari RI

Kementerian Kesehatan telah menerima notifikasi resmi dari otoritas kesehatan Australia terkait satu kasus campak yang memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia, dan berkoordinasi dengan Australia, serta WHO Indonesia untuk memastikan respons sesuai standar internasional.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan di Jakarta, Minggu, bahwa notifikasi tersebut melalui mekanisme International Health Regulations (IHR). Informasi tersebut disampaikan melalui Australia IHR National Focal Point dan telah diverifikasi serta ditindaklanjuti oleh PHEOC Kemenkes.

Baca juga: Kemenkes respons notifikasi campak WNA yang perjalanan dari RI

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |