Jakarta (ANTARA) - Kelurahan Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, membuat inovasi bernama "Pojok Dahak" yang bertujuan memunculkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan gejala tuberkulosis (TBC) sekaligus sebagai upaya menekan menekan kasus penyakit tersebut.
"Warga membangun Pojok Dahak sebagai bagian dari program Detektif Sidak (Deteksi Dini Tuberkulosis)," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan Yudi Dimyati saat dihubungi di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan Pojok Dahak itu merupakan langkah mandiri warga untuk memeriksakan dahak ketika mengalami gejala TBC.
Dengan adanya ruang khusus, proses pemeriksaan menjadi lebih nyaman dan meningkatkan kemungkinan penemuan kasus lebih awal. Oleh sebab itu, tak heran jika Cipete Selatan dinobatkan sebagai pemenang Kampung Siaga TBC.
"Inovasi yang bagus di Cipete Selatan, pemenang Kampung Siaga TBC yang sehat dan aman atau disingkat 'Kasat Mata'," ucap Yudi.
Tidak hanya fokus pada deteksi, RW 03 juga memperhatikan faktor lingkungan melalui program “Lidah Sehat”, yakni penanaman tanaman lidah mertua (sansevieria) di rumah-rumah warga.
Program itu dilakukan bersama dengan Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Cipete Selatan untuk menurunkan kadar kelembapan dan debu di dalam ruangan.
"Kelembapan dan debu menjadi faktor yang dapat memperburuk kondisi pernapasan, termasuk bagi pasien TBC," ujar Yudi.
Inovasi lainnya, yakni Tuberculosis Online Screening (TOS) yang merupakan upaya deteksi dini TBC secara mandiri melalui tautan skrining yang dibagikan oleh ketua RW. Langkah ini mempermudah warga untuk melakukan pengecekan gejala TBC tanpa harus mendatangi fasilitas kesehatan, sehingga kasus lebih cepat ditemukan.
Baca juga: Jaksel capai target 130 Kampung Siaga TBC pada 2025
Selain itu, warga juga melakukan budidaya "Le-Mas" atau singkatan dari Lele dan Ikan Mas sebagai dukungan pemenuhan gizi bagi penderita TBC.
Ketersediaan protein yang cukup, kata Yudi, sangat penting dalam proses pemulihan pasien TBC, dan budidaya itu menjadi contoh nyata bagaimana warga saling mendukung secara berkelanjutan.
Untuk memperkuat inovasi tersebut, Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RW 03 turut membentuk Komunitas Sahabat Hati TB CIPSEL, yaitu kelompok yang memberikan dukungan emosional bagi pasien TBC beserta keluarga mereka.
Dengan demikian, berbagai inovasi itu menunjukkan upaya pemberantasan TBC bukan hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan gerakan bersama yang muncul dari kepedulian warga.
Sementara itu, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan telah mencapai target pembentukan 130 Kampung Siaga TBC pada 2025.
Sebelumnya, di Jakarta Selatan sudah terbentuk 65 Kampung Siaga TBC dan jumlahnya terus bertambah. Kondisi tersebut membuktikan kawasan Jakarta Selatan peduli dengan penanganan penyakit TBC.
Gerakan Kampung Siaga TBC melibatkan petugas kesehatan, kader TBC dan lintas sektor. Tak sekadar penanganan medis, gerakan itu juga melakukan pendataan, kampanye dan edukasi pengentasan TBC di masyarakat.
Baca juga: Sudinkes Jaksel bidik 130 Kampung Siaga TBC terbentuk pada 2025
Baca juga: Jaksel minta camat dan lurah tingkatkan jumlah"Kampung Siaga TB"
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































