Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dan rakyat Indonesia serta kesiapan Presiden RI Prabowo Subianto untuk memediasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Minggu (1/3), Kedubes Iran juga meminta para pejabat Indonesia bersikap tegas dalam mengutuk apa yang disebutnya sebagai agresi Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Dalam pernyataan tersebut, Iran menuduh kedua negara itu melakukan pelanggaran terhadap Piagam PBB, hukum internasional, serta hukum humaniter internasional.
"Permusuhan Iran dengan Amerika bukanlah hal baru, ini berakar dalam tujuh dekade sejarah Iran. Intervensi, agresi dan permusuhan Amerika terhadap Iran dimulai dari kudeta 19 Agustus 1953," kata Kedubes Iran dalam pernyataannya.
Pernyataan itu menyebutkan beberapa pelanggaran yang dilakukan AS, termasuk serangan langsung terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025.
AS dan Israel juga diduga menunggangi protes damai rakyat Iran pada Januari 2026 yang berujung pada kerusuhan dan kekerasan, kata Kedubes Iran.
Puncaknya adalah serangan pada Sabtu pagi yang membuat Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei meninggal dunia.
Serangan tersebut juga menghantam sejumlah lokasi sipil, termasuk sekolah, sehingga menimbulkan korban jiwa, termasuk anak-anak.
Baca juga: Kedubes Iran di Jakarta kecam keras serangan AS, Israel terhadap Iran
Baca juga: Dubes Iran sebut tak terjadi gencatan senjata antara Iran dan Israel
Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































