Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar RI (KBRI) Phnom Penh resmi meluncurkan sertifikat Duta Rasa Nusantara pada Kamis (19/2) sebagai inisiatif dukungan terhadap upaya gastrodiplomasi Indonesia di Kamboja.
Menurut siaran pers KBRI Phnom Penh yang diterima di Jakarta, Sabtu, sertifikat itu diberikan kepada restoran-restoran Indonesia di Kamboja yang telah berperan dalam mempromosikan kekayaan kuliner Indonesia melalui hidangan Indonesia dengan citarasa dan resep otentik.
“Duta Rasa Nusantara adalah pengakuan terhadap peran penting restoran-restoran Indonesia dalam memperkenalkan masakan Indonesia kepada masyarakat lokal dan warga negara asing yang berada di Kamboja,” kata Duta Besar RI untuk Kamboja Santo Darmosumarto.
Selain itu, menurut Dubes Santo, inisiatif tersebut juga merupakan bentuk dukungan terhadap langkah pemerintah Kamboja yang sedang giat mempromosikan industri kuliner halal di Kamboja karena semakin banyaknya wisatawan Muslim yang berkunjung ke Kamboja.
KBRI menyebutkan bahwa pemilik restoran “Resto Somatera”, Markus Dwinanta, menjadi penerima sertifikat Duta Rasa Nusantara yang pertama, di mana restoran itu terpilih atas perannya dalam memperkenalkan masakan khas dari berbagai daerah di Indonesia kepada masyarakat Kamboja selama hampir 17 tahun.
Menurut KBRI, restoran itu juga turut memberdayakan orang muda Kamboja melalui pelatihan memasak berbagai resep masakan Indonesia, dan telah terdapat empat orang mantan pegawai restoran yang telah membuka usaha kulinernya masing-masing.
KBRI mengatakan pemberian sertifikat Duta Rasa Nusantara diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai apresiasi, tetapi juga menjadi motivasi bagi restoran-restoran Indonesia untuk mendukung kekayaan kuliner Nusantara agar semakin dikenal dan diterima secara positif oleh warga Kamboja.
Ke depan, KBRI Phnom Penh akan menyusun dan mengkurasi daftar rekomendasi restoran Indonesia dengan cita rasa dan resep otentik sebagai panduan bagi masyarakat saat berada di Kamboja. Saat ini, sekitar 400 restoran khas Indonesia tersebar di berbagai provinsi di Kamboja.
Baca juga: Kepala BPOM paparkan potensi rempah & kuliner Indonesia di pasar dunia
Baca juga: APJI dorong Hari Masakan Nusantara sebagai hari nasional
Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































