Kasus ISPA naik 150 persen pascabencana, Aceh Utara bagikan masker

5 days ago 6

Aceh Utara, Aceh (ANTARA) - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Aceh Utara, Aceh, meroket hingga 150 persen pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh pada November 2025.

“Berdasarkan laporan puskesmas, sampai minggu ke-2 Februari ini, ada 3.944 (kasus ISPA) yang terdata di kami. Kalau dibandingkan dengan minggu ke-2 Februari 2025, itu di data kami 1.574 (kasus ISPA). Ada kenaikan,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara dr. Ferianto ketika ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, Rabu.

Merespons peningkatan kasus ISPA, Ferianto menyampaikan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara membuat sosialisasi dan membagikan masker kepada masyarakat yang terdampak bencana.

“Yang sudah kami buat adalah sosialisasi. Itu kami lakukan oleh puskesmas. Yang lain adalah mengajak masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan memakai masker,” ujar Ferianto.

Baca juga: Menkes: Butuh Rp529,3M untuk perbaiki ribuan faskes di Sumatera

Terkait dengan pembagian masker, Dinkes Aceh Utara mengajukan permohonan bantuan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Aceh untuk memberi tambahan.

Ferianto mengungkapkan permasalahan yang saat ini dihadapi oleh Aceh Utara adalah kurangnya masker yang bisa diberikan kepada masyarakat.

“Masker (tambahannya) kemungkinan bukan masker yang medis, jadi masker yang bisa dicuci, kemudian dipakai lagi,” ucapnya.

Ia menyoroti pentingnya pengadaan masker yang bisa dipakai berulang kali untuk melindungi masyarakat dalam jangka panjang. Cuaca ekstrem, baik yang terlalu kering maupun curah hujan yang terlalu tinggi, sama-sama bisa meningkatkan kasus ISPA.

Kemarau ekstrem menyebabkan lumpur pascabanjir menjadi debu, sedangkan hujan deras menyebabkan kelembaban yang juga bisa meningkatkan ISPA.

“Jadi, kami coba dengan masker yang bisa didaur ulang. Artinya, masyarakat masih bisa menyimpan masker tersebut dan bisa digunakan dalam jangka lama,” kata Ferianto.

Baca juga: BNPB kaji penyesuaian anggaran huntap terkait program gentengisasi

Baca juga: Mendikdasmen paparkan rencana kerja kejar pemulihan pascabencana

Baca juga: ANTARA di negeri Antara

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |