Tangerang (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Barantin) Banten memperketat pengawasan terhadap aktivitas lalu lintas pengiriman hewan yang berasal dari India melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang.
Kepala Barantin Banten Duma Sari Margaretha Harianja di Tangerang, Rabu, mengagakan upaya pengetatan pengawasan ini dilakukan sebagai antisipasi masuknya virus Nipah ke Indonesia dari India.
"Untuk dari negara yang sedang outbreak, India, kita sudah melarang hewan-hewan masuk ke Indonesia berupa kelelawar dan babi," ucapnya.
Guna mengoptimalkan pengawasan dari petugas dan fungsi lembaga itu, pihaknya mengharapkan dukungan dari berbagai instansi untuk ikut melakukan pengawasan.
Baca juga: Pemprov Banten aktifkan surveilans antisipasi virus Nipah di Soetta
"Kami juga menerapkan biosecurity dan penggunaan alat pelindung diri dalam setiap pelaksanaan tindakan karantina, guna menjaga risiko penularan yang ada pada petugas," katanya.
Duma menjelaskan sebagai penguatan pengawasan, lembaganya bakal mengatur strategi yang akan difokuskan di titik-titik kedatangan internasional Bandara Soekarno-Hatta.
"Kita telah kerja sama dengan Balai Karantina Kesehatan Manusia. Jadi kita ini fokus di hewannya, walaupun sifatnya ini geonosis, artinya bisa dari manusia ke hewan dan hewan ke manusia," tuturnya.
Baca juga: Barantin perketat lalu lintas komoditas cegah virus Nipah masuk RI
Selain itu pihaknya mewaspadai tiap penyakit yang masuk ke Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta melalui aplikasi All Indonesia, dimana setiap penumpang atau pengiriman hewan dan tumbuhan sebelum tiba di Indonesia diminta mengisi penjelasan terkait barang bawaan.
"Usai diisi aplikasi tersebut, pihaknya bisa mengetahui tiap penumpang dengan membawa hewan yang bergejala penyakit tersebut," ungkapnya.
Pada kesempatan itu dia menyampaikan saat ini Bandara Soetta memiliki peran strategis sebagai simpul utama perlintasan internasional, sehingga pengawasan karantina dilaksanakan secara terintegrasi, profesional, dan berbasis risiko, dengan mengedepankan sinergi antar instansi terkait.
"Kami hari ini diundang juga olah pengelola Bandara Soetta untuk berdiskusi tentang penguatan pengawasan atas antisipasi virus Nipah ini," kata Duma.
Baca juga: Waspada migrasi kelelawar dan burung berpotensi sebarkan virus Nipah
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































