KAI Terus Melakukan Pemulihan Operasional untuk Melayani Mobilitas Masyarakat pada Hari Kerja Esok 11 Mei 2026

3 hours ago 4

97 Pelanggan Telah Kembali ke Rumah, 41 Barang Pelanggan Masih Menunggu Pengambilan di Posko Bekasi Timur hingga 11 Mei 2026

Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus melanjutkan proses pemulihan operasional perjalanan Commuter Line lintas Cikarang menjelang aktivitas masyarakat pada hari kerja. Berbagai langkah pengamanan operasional masih dilakukan agar perjalanan kereta api tetap berjalan aman dan terkendali di tengah proses pengecekan jalur yang masih berlangsung.

Dalam proses pemulihan tersebut, KAI masih menerapkan pembatasan kecepatan perjalanan kereta api pada sejumlah titik di lintas Bekasi hingga Cikarang dengan kecepatan berkisar 60–80 km/jam. Kebijakan ini dilakukan untuk mendukung proses pengecekan jalur, pemulihan operasional, dan menjaga keselamatan perjalanan kereta api.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pemulihan operasional yang sedang berjalan.

“Pembatasan kecepatan masih diperlukan agar proses pengecekan jalur dan pemulihan operasional dapat berjalan dengan baik serta tetap menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Kami memahami kondisi ini berdampak kepada keterlambatan perjalanan, khususnya Commuter Line lintas Cikarang, dan kami menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan,” ujar Anne.

KAI mencatat performa operasional Commuter Line lintas Cikarang terus menunjukkan tren pemulihan. Pada 7 Mei 2026, tingkat ketepatan waktu keberangkatan tercatat sebesar 87% dan kedatangan 81% dengan rata-rata keterlambatan 2,2 menit untuk keberangkatan dan 3,3 menit untuk kedatangan. Sementara pada 8 Mei 2026, tingkat ketepatan waktu meningkat menjadi 88% untuk keberangkatan dan 85% untuk kedatangan, dengan rata-rata keterlambatan 1,8 menit untuk keberangkatan dan 2,3 menit untuk kedatangan.

Anne menambahkan, KAI terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar proses pemulihan perjalanan kereta api dapat berjalan semakin baik dari hari ke hari.

“Secara paralel KAI terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar perjalanan kereta api semakin pulih dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan,” tambah Anne.

Selain fokus pada operasional, KAI juga terus melanjutkan pendampingan terhadap pelanggan dan keluarga terdampak kejadian di Stasiun Bekasi Timur.

Per Minggu (10/5) pukul 08.00 WIB, sebanyak 97 pelanggan telah diperbolehkan pulang dan melanjutkan pemulihan bersama keluarga. Sementara itu, 11 pelanggan lainnya masih menjalani perawatan lanjutan di sejumlah rumah sakit dengan kondisi yang terus dipantau secara berkala.

“Kami terus menjaga komunikasi dengan rumah sakit, keluarga, dan pihak terkait agar setiap proses pendampingan berjalan lancar. Pelanggan yang masih dirawat terus kami pantau, sementara pelanggan yang telah kembali ke rumah juga tetap mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan,” ujar Anne.

KAI juga masih membuka layanan klaim atau reimbursement bagi pelanggan yang menjalani pengobatan secara mandiri. Pengajuan dapat dilakukan dengan melengkapi dokumen berupa bukti perjalanan, identitas pelanggan, kuitansi dan rincian biaya pengobatan, resume medis, serta salinan rekening. Setelah dokumen dinyatakan lengkap, proses klaim akan dikoordinasikan bersama pihak asuransi dengan estimasi penyelesaian paling lambat 21 hari kerja.

Dukungan psikologis melalui layanan trauma healing juga tetap tersedia bagi pelanggan maupun keluarga yang membutuhkan. Layanan tersebut dapat diakses melalui Posko Informasi Stasiun Bekasi Timur maupun call center 0812-9660-5747. Pendampingan dilakukan secara bertahap mulai dari telemedicine hingga tatap muka sesuai kondisi dan kebutuhan pelanggan.

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |