Jakarta (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berencana mengembangkan layanan daycare di lingkungan dunia usaha sebagai bagian dari penguatan care economy, serta mendukung pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Rencana tersebut dibahas dalam audiensi Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie bersama jajaran pengurus dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, di Jakarta, Senin.
Dalam keterangan resmi yang diterima, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyampaikan, pihaknya membahas peluang kolaborasi untuk memperkuat pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta pengembangan care economy sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Anindya menyatakan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan bangsa. Selain memiliki dimensi sosial yang kuat, isu tersebut juga memiliki dampak ekonomi yang besar.
“Karena secara sosial, kita melihat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak merupakan bagian yang tidak terpisahkan untuk perkembangan suatu bangsa menuju Indonesia Emas. Di sisi lain, ini juga merupakan aspek ekonomi yang besar,” ujar Anin, sapaan akrabnya.
Anin menjelaskan, sekitar 60 persen pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia merupakan perempuan. Sementara itu, jumlah tenaga kerja yang terlibat jauh lebih besar, sehingga pemberdayaan perempuan dinilai dapat mendukung visi Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara bertahap menuju 8 persen.
Menurut Anin, salah satu fokus utama Kadin dalam mendukung agenda tersebut adalah pengembangan care economy. Indonesia dinilai memiliki potensi besar dalam mengembangkan sektor tersebut, baik untuk kebutuhan domestik maupun internasional.
“Indonesia mempunyai karakter masyarakat yang peduli. Ketika kita berbicara mengenai lansia, anak-anak maupun penyandang disabilitas, kita memiliki sumber daya yang kuat untuk mengembangkan care economy, baik untuk kebutuhan domestik maupun internasional,” kata Anin.
Sebagai tindak lanjut, Kadin akan bekerja sama dengan Kementerian PPPA untuk mendorong pengembangan layanan daycare di lingkungan dunia usaha. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dukungan bagi pekerja, khususnya perempuan, agar dapat menjalankan aktivitas profesional dengan lebih optimal.
“Kami ingin bekerja sama dan tentu membutuhkan dukungan Ibu Menteri terkait daycare. Ini penting karena perusahaan-perusahaan anggota Kadin memiliki banyak pekerja profesional, termasuk perempuan pengusaha. Jika tersedia daycare yang memadai, anak-anak akan terjaga dengan baik, para ibu dapat bekerja lebih produktif, dan pada akhirnya roda ekonomi akan bergerak lebih baik,” ujar Anin.
Anin menambahkan, Kadin akan menyosialisasikan pentingnya penyediaan daycare kepada seluruh anggotanya. Selain itu, Kadin juga akan menyusun gambaran mengenai standar layanan daycare yang baik agar dapat diterapkan oleh perusahaan-perusahaan anggota Kadin.
Kadin juga akan memanfaatkan roadmap care economy yang telah disusun pemerintah sebagai referensi dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia di berbagai forum internasional.
Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi mengatakan kolaborasi dengan Kadin menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemberdayaan perempuan di Indonesia.
“Bagaimana kita akan berkolaborasi dan bersinergi memperkuat perempuan-perempuan Indonesia. Sebagaimana kita ketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perempuan dan anak menduduki sekitar dua pertiga dari seluruh populasi Indonesia. Artinya, perempuan dan anak mempunyai peran yang sangat penting dan strategis,” kata Arifatul.
Ia menjelaskan, pemerintah bersama Kadin tengah mengidentifikasi berbagai titik kolaborasi yang dapat memperkuat program pemberdayaan perempuan.
Baca juga: Di forum bilateral APEC, Indonesia komitmen berdayakan perempuan
Baca juga: Kemendukbangga perkuat "care economy" berbasis komunitas untuk lansia
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































