Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah pusat menetapkan Kabupaten Bogor sebagai pilot project nasional percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) melalui intervensi terstruktur dan kolaborasi lintas sektor guna menekan angka kasus penyakit menular tersebut.
Penetapan itu ditandai dengan kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benyamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri RI Komjen Pol (Purn) Akhmad Wiyagus dalam rangka percepatan penanganan TBC di Kabupaten Bogor, Kamis, yang berlangsung di Puskesmas Cimandala, Sukaraja, dan Gedung Serbaguna I Setda Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mempercepat penanganan TBC melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah serta optimalisasi layanan kesehatan hingga tingkat paling bawah.
“Puskesmas memiliki peran penting dalam deteksi dini, pendampingan pasien, hingga memastikan kepatuhan pengobatan TBC,” ujar Rudy saat meninjau pelayanan kesehatan di Puskesmas Cimandala.
Ia menjelaskan, percepatan penanganan TBC menjadi bagian dari visi dan misi dirinya bersama Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi yang diselaraskan dengan arah kebijakan pemerintah pusat dalam penguatan layanan kesehatan dan pengendalian penyakit menular.
Baca juga: Menkes upayakan regimen pengobatan TBC lebih singkat dan efektif
Menurut Rudy, sebagai salah satu kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, tantangan penanganan TBC tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pihak mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.
“Penanganan TBC tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus melalui kolaborasi dan sinergi bersama seluruh pihak,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan kader kesehatan di seluruh desa dan kelurahan serta optimalisasi sekitar 5.000 posyandu yang tersebar di wilayah Kabupaten Bogor.
Ia menyebut saat ini sebanyak 101 puskesmas, empat rumah sakit umum daerah (RSUD), rumah sakit pusat dan vertikal, serta 25 rumah sakit swasta dan klinik telah aktif melayani pasien TBC. Selain itu, sudah terdapat 103 desa dan kelurahan yang dibentuk sebagai desa siaga TBC.
“Target hingga 2027 adalah seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Bogor menjadi desa siaga TBC,” ujar Ajat.
Baca juga: RI tambah anggaran khusus untuk percepatan deteksi TBC pada 2026
Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menilai percepatan eliminasi TBC menjadi agenda penting mengingat Indonesia saat ini menempati peringkat kedua dunia setelah India dalam jumlah kasus TBC.
“Saya berharap pada semester I 2026 Kabupaten Bogor sudah memiliki desa siaga TBC. Tata kelola pemerintah daerah sudah berjalan baik, mari kita bekerja sama untuk mempercepat penuntasan TBC ini,” kata Akhmad.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan dr. Benyamin Paulus Octavianus menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan di Kabupaten Bogor dan Jawa Barat atas upaya percepatan penanganan TBC melalui pendekatan kolaboratif berbasis komunitas.
Ia menjelaskan, strategi intervensi yang didorong pemerintah pusat antara lain pemeriksaan seluruh anggota keluarga pasien menggunakan rontgen, pemberian obat pencegahan, serta penggunaan alat rontgen portabel dengan hasil cepat yang difasilitasi Kementerian Kesehatan.
Baca juga: Rendahnya pengetahuan hingga stigma menjadi hambatan pengobatan TBC
“Kami fokus pada Kabupaten Bogor sebagai pilot project agar intervensi ini menjadi model bagi kabupaten lain. Semua pihak, mulai camat, kepala desa, kepala puskesmas hingga kader desa, berperan aktif dalam program ini,” ujar Benyamin.
Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan penurunan kasus TBC hingga minimal 50 persen sekaligus memperkuat sistem deteksi dini dan pendampingan pasien di tingkat komunitas.
Di tingkat kecamatan, Camat Cibinong Acep Sajidin menyampaikan seluruh 13 kelurahan di wilayahnya telah dibentuk sebagai kelurahan siaga TBC yang secara rutin berkoordinasi dengan puskesmas untuk mendukung percepatan eliminasi penyakit tersebut.
Baca juga: Penularan TBC kepada anak bisa dicegah dengan membatasi kontak
Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































