Jakarta (ANTARA) - Pedagang ikan bandeng di Festival Bandeng Rawa Belong, Jakarta Barat mengaku meraup omzet mencapai Rp15 juta selama sepekan berjualan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek.
"Omzet Rp15 juta bersih, perkiraan gitu," kata pedagang bernama Mang Japri saat ditemui di Festival Bandeng Rawa Belong Jakarta, Sabtu.
Japri mengatakan dirinya sudah mulai berjualan sejak tanggal enam dan rutin berdagang dalam momentum Imlek setiap tahunnya. Setiap harinya dia membawa lima ton ikan bandeng.
Meski sehari-hari beraktivitas sebagai bandar ikan di kawasan Muara Angke, ia memilih membuka lapak khusus saat momen perayaan tersebut karena tingginya minat pembeli.
Baca juga: Festival Bandeng Rawa Belong untuk lestarikan Budaya Betawi
"Saya bandar di Muara Angke. Tapi tiap Imlek di sini. Setiap Imlek, setiap tahun," ucapnya.
Adapun bandeng yang dijual bervariasi tergantung ukuran. Bandeng ukuran tersebut rata-rata memiliki berat sekitar 1,2 hingga 1,3 kilogram (kg). Sementara itu, bandeng jumbo dijual seharga Rp75 ribu per kilogram.
Ia juga menyebutkan proses tawar-menawar masih menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam transaksi di pasar tradisional. “Masih bolehlah, namanya juga pasar,” ucapnya.
Lebih lanjut, dia memperkirakan hingga saat ini sekitar tiga ton bandeng telah laku terjual sejak mulai berjualan.
Baca juga: Polisi rekayasa lalu lintas sekitar Festival Bandeng Rawa Belong
Menurut Mang Japri, ikan yang dijual berasal dari hasil tangkapan laut dan budidaya tambak. Kombinasi kedua sumber tersebut dinilai penting agar pedagang tetap memperoleh keuntungan.
Dikatakan, permintaan ikan bandeng biasanya melonjak saat Imlek karena dianggap sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran oleh sebagian masyarakat.
Dengan tradisi yang terus bertahan dari tahun ke tahun, pedagang berharap momentum Imlek tetap mampu mendongkrak penjualan serta menjaga keberlangsungan usaha mereka di tengah persaingan pasar yang semakin beragam.
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































