Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pertemuan bilateral antara pemimpin Indonesia dengan Republik Korea telah menghasilkan capaian yang produktif dan strategis bagi hubungan Indonesia dan Republik Korea.
Hal ini disampaikan Prabowo dalam jamuan santap siang kenegaraan yang diselenggarakan oleh Presiden Republik Korea Lee Jae Myung sebagai bentuk penghormatan kepada pemimpin Indonesia di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House), Seoul, Rabu.
"Peningkatan hubungan bilateral kita menjadi kemitraan strategis komprehensif khusus, bersamaan dengan penandatanganan beberapa perjanjian penting, mencerminkan kepercayaan mendalam dan visi bersama yang mengikat kedua negara kita," ujar Prabowo dalam keterangan resmi BPMI Sekretariat Presiden di Jakarta, Rabu.
Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan keyakinannya bahwa peningkatan kemitraan serta sejumlah kesepakatan yang dicapai akan memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi kedua negara.
Kepala Negara juga menyoroti kesamaan perjalanan sejarah antara Indonesia dan Republik Korea, yang sama-sama berjuang keras untuk meraih kemerdekaan dan membangun bangsa.
"Kita memiliki banyak kesamaan dalam sejarah dan kepentingan bersama. Kedua negara kita harus berjuang sangat keras untuk kemerdekaan. Republik Korea telah berhasil dengan sangat baik menjadi negara industri yang sangat maju," kata Prabowo
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan kekagumannya atas capaian Korea Selatan, khususnya dalam hal kemajuan industri dan etos kerja masyarakatnya.
Presiden Prabowo bahkan mengutip pepatah Korea, “함께 가면 멀리 간다” [hamkke gamyeon meolli ganda] sebagai refleksi semangat kebersamaan dalam memperkuat kerja sama kedua negara.
"Kami mengagumi pencapaian Anda. Kami mengagumi kedisiplinan Anda, kerja keras Anda, dan keinginan Anda untuk selalu mengatasi tantangan. Saya mengerti ada pepatah Korea yang terkenal yang berbunyi seperti ini, 함께 가면 멀리 간다. Kalau pergi bersama, (kita) akan pergi jauh,” ucap Presiden.
Jamuan santap siang kenegaraan ini tidak hanya menjadi simbol kehormatan diplomatik, tetapi juga memperkuat komitmen kedua negara dalam membangun kemitraan strategis yang saling menguntungkan dan berorientasi pada masa depan.
Baca juga: Presiden Prabowo terima penghargaan kehormatan tertinggi dari Korea
Baca juga: Menteri Bahlil-Menteri Korsel sepakati kerja sama energi bersih
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































