Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta jajarannya untuk bersiap menghadapi kemungkinan krisis di tengah konflik antara Iran dan Israel-Amerika.
“Saya menyampaikan kepada jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk kita selalu berpikir tentang krisis. Sehingga kalau ada kekurangan, misalnya produk-produk tertentu, kita harus mempersiapkan untuk itu,” ujar Pramono di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Senin.
Pramono berharap, konflik tersebut tidak akan berlangsung lama.
Namun, sebagai pemimpin Jakarta, ia juga menyadari bahwa kondisi tersebut akan berdampak pada Ibu Kota khususnya di bidang barang dan jasa.
Apabila itu terjadi, kenaikan harga barang mungkin akan terjadi di Jakarta.
Baca juga: Mendag siapkan strategi hadapi dampak konflik Iran
Baca juga: MPR RI dorong pemerintah antisipasi dampak gejolak Selat Hormuz
“Karena pertama, 'supply chain'-nya (rantai pasok) ini kan melalui Selat Hormuz yang di situ hampir 30 persen lebih minyak dunia itu selalu melewati selat ini, termasuk juga barang-barang yang lain. Maka kalau kemudian ini ditutup, pasti dampaknya menjadi semakin panjang, ongkos perjalanan untuk barang tersebut menjadi lebih mahal dan dampaknya kepada harga pasti akan terdampak,” kata Pramono.
Sebagai antisipasi, Pramono pun mengerahkan seluruh BUMD untuk bersama-sama menghadapi kemungkinan itu.
Salah satunya, Pemerintah Jakarta beberapa waktu lalu telah menerima impor sapi Australia.
Menurut Pramono, hal ini dilakukan sebagai upaya menyeimbangkan harga daging sapi di Ibu Kota.
“Ini cara kita untuk supaya harga daging tidak mengalami kenaikan dan Alhamdulillah sampai hari ini tidak mengalami kenaikan,” kata Pramono.
Baca juga: Eskalasi AS-Iran berpotensi pengaruhi sektor energi dan manufaktur
Baca juga: Konflik Timur Tengah dikhawatir bisa ganggu pelaksanaan ibadah haji
Sebelumnya, Pramono juga telah menyampaikan bahwa Pemprov DKI akan terus memantau perkembangan situasi global dan menjaga stabilitas Jakarta, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini.
Ia juga mengajak semua pihak menjaga suasana kondusif Ibu Kota di tengah ketidakpastian global.
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































