Iran siap bantu upaya Indonesia perkuat ketahanan pangan dan energi

1 week ago 5

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyatakan kesiapan negaranya membantu Indonesia memperkuat ketahanan pangan dan energi, dua agenda prioritas dalam visi Astacita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Saya menyatakan bahwa Iran siap, perusahaan-perusahaan Iran siap membantu di bidang itu,” ujar Boroujerdi dalam wawancara khusus di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Jumat.

Ia menuturkan, hampir 76 tahun hubungan diplomatik Iran–Indonesia telah mempererat kerja sama di bidang politik, hubungan internasional, budaya, agama, dan ekonomi.

“Kami percaya itu belum cukup. Masih banyak kapasitas yang dapat dikerjasamakan,” katanya.
Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo mengusung Astacita sebagai delapan visi strategis, termasuk penguatan ketahanan pangan dan energi untuk mendorong kemandirian nasional.

Boroujerdi menegaskan Iran siap mendukung pencapaian agenda tersebut melalui kolaborasi konkret di kedua sektor.

Ia menyebut Iran sebagai salah satu negara penting di kawasan dan tingkat global dalam bidang energi serta ketahanan pangan, dengan pengalaman dan sumber daya yang dapat dibagikan.

Menurut dia, Iran saat ini tengah membuka jalur diskusi dan negosiasi dengan sejumlah perusahaan Indonesia guna merealisasikan peluang kerja sama.

Baca juga: RI ingin perkuat kerja sama dengan Iran dalam pemberdayaan perempuan

“Di bidang ketahanan pangan, kami telah membuka beberapa langkah untuk mencapai kerja sama ideal antara kedua negara,” ujarnya.

Di sektor energi, Iran siap bekerja sama tidak hanya pada minyak dan gas, tetapi juga energi baru dan terbarukan.

Secara teknis, kata Boroujerdi, negosiasi antara perusahaan Iran dan Indonesia sedang berlangsung untuk mematangkan skema kemitraan.

Ia menyebut sejumlah produk susu, buah-buahan, dan makanan olahan Iran siap memasuki pasar Indonesia melalui mitra lokal.
Sebaliknya, perusahaan Indonesia juga dijajaki untuk berekspansi ke Iran, terutama pada komoditas kopi, cokelat, dan produk lainnya.

“Saat ini kami sedang bernegosiasi dan berharap pembicaraan ini membuahkan hasil sehingga kerja sama nyata dapat segera terwujud,” kata Boroujerdi.

Baca juga: Dubes Iran: RI di Dewan HAM PBB buka peluang tatanan dunia lebih adil

Pewarta: Katriana
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |