Teheran (ANTARA) - Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) mengeklaim fasilitas nuklir milik Iran yang rusak tidak akan menimbulkan ancaman bagi penduduk negara itu.
"Hingga saat ini, kerusakan yang terjadi belum sampai pada tingkat yang mengancam kesehatan masyarakat," kata Wakil Kepala AEOI Mohammad Reza Kardan kepada kantor berita IRNA pada Senin (30/3).
Dia menambahkan saat ini para ahli keselamatan radiasi sedang menilai situasi tersebut menyusul laporan tentang kemungkinan terjadi kerusakan.
Pada Jumat (27/3), AEOI mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel telah menyerang sebuah pabrik produksi konsentrat uranium bubuk, yang dikenal sebagai yellowcake, di Iran selatan.
Baca juga: Menlu AS desak Iran hentikan ambisi nuklir sebagai bagian perundingan
Sebelumnya, Selasa (24/3), AEOI melaporkan serangan baru terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr.
Pihak berwenang Iran mengatakan bahwa pembangkit tersebut tidak mengalami kerusakan dan tidak ada personel yang terluka, serta pembangkit tersebut masih beroperasi normal.
AEOI juga melaporkan serangan pada 17 Maret yang tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan material. Selain itu, Iran juga mencatat dua serangan terhadap fasilitas nuklir Natanz pada 1 dan 21 Maret.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Serangan dekat PLTN Bushehr dikhawatirkan picu radiasi besar di Iran
Baca juga: Iran pertimbangkan keluar dari perjanjian Non-Proliferasi Nuklir
Penerjemah: Katriana
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































