Iran: Kesepakatan AS tercapai jika fokus tak kembangkan senjata nuklir

2 weeks ago 10

Tehran, Iran (ANTARA) - Seorang pejabat senior Iran pada Kamis menyatakan bahwa kesepakatan dengan Amerika Serikat "sangat mungkin tercapai" dalam waktu dekat.

Syarat utamanya adalah kedua pihak sepakat bahwa inti dari perundingan di Jenewa saat ini adalah komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

Ali Shamkhani, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran, menegaskan melalui akun X miliknya bahwa larangan senjata nuklir ini sejalan dengan "fatwa" (perintah agama) Ali Khamenei.

Shamkhani, yang merupakan kepala Dewan Pertahanan yang baru dibentuk, mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, yang memimpin delegasi Iran dalam pembicaraan Jenewa, memiliki "dukungan dan wewenang penuh untuk kesepakatan tersebut."

Status program nuklir Iran saat ini masih belum jelas menyusul serangan pada Juni 2025 terhadap tiga fasilitas nuklir utama, yang pada saat itu diklaim oleh Presiden AS Donald Trump telah "menghancurkan" infrastruktur nuklir negara tersebut.

Namun, dalam beberapa hari terakhir, Trump telah mengangkat kemungkinan menargetkan program nuklir Iran, dengan mengatakan bahwa Tehran tidak mengatakan bahwa mereka tidak menginginkan senjata nuklir.

Utusan khusus AS Steve Witkoff juga mengeklaim dalam sebuah wawancara televisi baru-baru ini bahwa Iran "hanya beberapa pekan lagi" untuk membangun senjata nuklir.

Iran menegaskan bahwa mereka tidak mengejar program senjata nuklir dan bahwa kegiatan pengayaan uranium mereka adalah untuk tujuan damai dan energi.

Dalam pernyataan pada Kamis pagi menjelang putaran baru pembicaraan antara Iran dan AS, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menggambarkan bahwa klaim Tehran sedang mencari senjata nuklir sebagai "kebohongan," dan bersikeras bahwa negara itu tidak akan mengembangkan senjata semacam itu.

Dia mengutip fatwa agama yang sama oleh Khamenei yang melarang senjata pemusnah massal, yang katanya berarti Tehran tidak akan mengembangkan senjata nuklir.

Putaran ketiga dan terbaru dari negosiasi nuklir tidak langsung antara Iran dan AS saat ini sedang berlangsung di Jenewa di bawah mediasi Oman.

Kantor berita milik negara, IRNA, melaporkan bahwa putaran baru pembicaraan tidak langsung dimulai pukul 10 pagi waktu setempat di salah satu gedung milik Kedubes Oman.

Tak lama setelah tiba pada Rabu (25/2), Araghchi, yang memimpin delegasi Iran dalam pembicaraan tersebut, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Oman, Badr Al-Busaidi, untuk membahas kerangka pembicaraan dan rancangan usulan dari Tehran.

Rafael Grossi, kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), juga bergabung dalam pembicaraan sebagai pengamat teknis, menurut laporan media Iran.

Pembicaraan tersebut diadakan di tengah peningkatan signifikan kekuatan militer AS di wilayah Teluk Persia, bersamaan dengan serangkaian latihan militer baru-baru ini yang dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Sumber: Anadolu

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |