Inggris ingin perbaiki relasi dengan AS

1 week ago 18

Moskow (ANTARA) - Inggris berupaya memulihkan hubungan dengan Amerika Serikat, yang sempat memburuk di masa kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer, dengan menjajaki kerja sama untuk membuka Selat Hormuz, menurut laporan The Telegraph.

Pada Maret lalu, The Telegraph melaporkan bahwa Starmer menolak mengerahkan kapal perang untuk memulihkan pelayaran di Selat Hormuz meski diminta Presiden AS Donald Trump.

Kemudian, Trump mengatakan akan mempertimbangkan secara serius untuk menarik AS keluar dari NATO jika aliansi tersebut menolak membantu AS dalam operasi melawan Iran.

Menhan Streeting dilaporkan berupaya memperbaiki hubungan antara Inggris dan Trump melalui kerja sama untuk membuka Selat Hormuz serta janji melakukan modernisasi angkatan bersenjata, kata The Telegraph.

Laporan tersebut, mengutip sumber yang dekat dengan Streeting, mengungkapkan bahwa Menhan Inggris telah melakukan perbincangan dengan Menteri Perang AS Pete Hegseth, di mana mereka membahas situasi di Selat Hormuz.

Dalam perbincangan tersebut, Streeting dan Hegseth membahas kemungkinan penyelenggaraan sebuah konferensi di London dalam rangka menggalang koalisi internasional untuk melindungi pelayaran di Selat Hormuz.

Mereka juga dilaporkan membahas komitmen belanja pertahanan Inggris untuk NATO.

Adapun Presiden Trump berulang kali mengkritik mitra-mitranya di Eropa karena kontribusi mereka yang dianggap rendah terhadap kapabilitas pertahanan NATO. Ia pun menuntut mrereka meningkatkan belanja pertahanan hingga 5 persen dari PDB.

Laporan The Times pada Februari lalu mengungkapkan bahwa petinggi NATO tidak puas dengan lambannya pertumbuhan komitmen belanja pertahanan Inggris.

Sumber: Sputnik

Baca juga: China tegaskan dukungan terhadap Iran terkait kondisi Timur Tengah

Baca juga: Trump sebut Iran kian serius, AS belum putuskan agresi militer

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |