Moskow (ANTARA) - Pemerintah Inggris sedang mempertimbangkan untuk bergabung dengan Bank Pertahanan, Keamanan, dan Ketahanan (DSRB) dalam upaya mencari pendanaan guna meningkatkan anggaran pertahanan negara tersebut.
Menurut laporan surat kabar The Sun, Minggu, Menteri Keuangan Inggris John Healey mengatakan bahwa meningkatkan belanja untuk industri pertahanan akan menjadi salah satu prioritas utamanya.
Pemerintah Inggris pun bermaksud untuk memenuhi target belanja pertahanannya, kata Healey yang sebelumnya menjabat sebagai menteri pertahanan Inggris di era kepemimpinan Keir Starmer.
Baca juga: Inggris ingin perbaiki relasi dengan AS
Dengan latar belakang tersebut, pemerintahan baru di Inggris sedang mempertimbangkan untuk bergabung dengan proyek bank investasi pertahanan yang dipimpin Kanada guna membiayai program-program militer.
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, yang dilantik pada Senin (20/7), akan meningkatkan belanja pertahanan Inggris menjadi 3,5 persen dari PDB tahun 2035, tambah laporan tersebut.
Gagasan pembentukan DSRB diumumkan saat KTT NATO tahun 2025. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan 100 miliar pound sterling (sekitar Rp2,3 kuadriliun) untuk memberikan pinjaman kepada pemerintah dan perusahaan pertahanan negara-negara anggota NATO.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Inggris, Swedia akan pasok 16 jet tempur Gripen ke Ukraina
Baca juga: PM Inggris Starmer dikabarkan incar jabatan Sekjen NATO
Penerjemah: Katriana
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































