Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyampaikan bahwa posisi Wakil Panglima International Stabilization Force (ISF) yang akan diemban Indonesia dapat sekaligus memastikan keamanan personel RI yang ditugaskan dalam pasukan tersebut.
“Keberadaan kita sebagai Wakil Panglima operasi, saya kira akan memperbesar keyakinan bahwa keamanan prajurit tetap bisa jadi yang utama,” kata Sugiono saat memberikan keterangan pers di Washington DC, Jumat (20/2) malam waktu setempat.
Merespons pertanyaan wartawan terkait jaminan kesejahteraan personel RI yang bergabung ke ISF, Menlu RI berkata bahwa kesejahteraan prajurit sebagai penjaga perdamaian sudah dijamin berdasarkan indeks tertentu.
Ia memahami bahwa jaminan keamanan bagi para personel RI amat penting, mengingat operasi perdamaian yang dijalankan di Jalur Gaza tak akan luput dari risiko maupun tantangan.
Untuk itu, lanjutnya, sepanjang keikutsertaan di ISF, Indonesia akan mendorong mandat pelaksanaan misi serta rules of engagement yang jelas demi keselamatan personel RI yang dikerahkan ke Gaza melalui pasukan internasional tersebut.
“Saya kira hal itu yang menjadi tanggung jawab kira semua,” kata Sugiono, sembari menegaskan bahwa posisi Indonesia di Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) pimpinan Donald Trump juga akan bermanfaat dalam menjamin keamanan para personel RI.
Sugiono juga memastikan bahwa penunjukan Indonesia menjadi Wakil Panglima ISF tidak ada sangkut pautnya dengan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel, yang juga menjadi anggota Dewan Perdamaian.
"Ini kan bukan kaitannya dengan pengakuan ada hubungan atau tidak ya. Ini adalah pasukan yang ditugaskan untuk yang mendapatkan mandat untuk menjaga perdamaian, terdiri dari berbagai unsur yang tugasnya intinya adalah menjaga situasi," kata dia.
Dalam pertemuan Dewan Perdamaian di Washington DC, Kamis (19/2) Panglima ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers mengumumkan bahwa Indonesia telah menerima tawaran posisi Wakil Panglima ISF.
Sementara, Presiden RI Prabowo Subianto, ditemui seusai pertemuan Dewan Perdamaian, turut mengkonfirmasi bahwa Indonesia ditawari posisi Wakil Panglima ISF dan telah menerima tawaran tersebut.
Oleh karena itu, Presiden memastikan bahwa Indonesia akan menunjuk perwira terbaik yang nantinya akan mewakili Indonesia sebagai Wakil Panglima ISF. "Ya dipilih, ya kita cari yang bagus," kata Presiden Prabowo.
Baca juga: Menlu: Indonesia pastikan personel RI ke ISF dikonfirmasi ke Palestina
Baca juga: Pakar: Indonesia perlu pastikan mandat sebelum kirim pasukan ke Gaza
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































