Indospring perluas ekspansi ekspor bidik pasar Timur Tengah

2 hours ago 1
Strategi ini sejalan dengan target perseroan untuk menembus jajaran tiga besar di pasar domestik, sekaligus menjadikannya motor pertumbuhan utama di masa mendatang,

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan produsen komponen otomotif PT Indospring Tbk (INDS) memperluas jangkauan ekspor dengan menargetkan pasar kawasan Timur Tengah, sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat pertumbuhan bisnis berkelanjutan di masa mendatang.

Direktur INDS Bob Budiono menilai pasar Timur Tengah memiliki potensi besar dan relevan dengan portofolio produk perseroan, yang mana karakteristik pasar kawasan tersebut memiliki banyak kesamaan dengan Indonesia, terutama dari sisi kendaraan komersial.

“Kami melihat pasar Timur Tengah memiliki karakteristik yang serupa dengan Indonesia, khususnya pada dominasi truk merek Jepang yang memiliki spesifikasi dan model identik. Oleh karena itu, strategi perseroan tahun ini akan berfokus pada ekspansi ekspor ke wilayah Timur Tengah dan Asia Tengah guna memperkuat pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan,” ujarnya sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Bob menjelaskan, saat ini segmen pendapatan perseroan berasal dari tiga pasar utama, diantaranya pasar Original Equipment Manufacturer (OEM) domestik, pasar after market atau replacement spare part, serta pasar ekspor.

Baca juga: Ekonom: Pembukaan lapangan pekerjaan bisa pengaruhi penjualan otomotif

“Diversifikasi pasar tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan kinerja usaha perseroan,” ujarnya.

Sementara itu, dari pasar dalam negeri, Ia menjelaskan perseroan memfokuskan lini produk Fastener (U-bolt) untuk pasar aftermarket.

Di sisi lain, perseroan tetap membuka peluang investasi tambahan guna memproduksi fastener non-otomotif, sebagai bagian dari pengembangan bisnis ke depan.

“Strategi ini sejalan dengan target perseroan untuk menembus jajaran tiga besar di pasar domestik, sekaligus menjadikannya motor pertumbuhan utama di masa mendatang,” ujarnya.

Baca juga: Rany Mauliani: IIMS 2026 berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan industri otomotif

Bob menjelaskan, optimisme perseroan ditopang oleh kinerja yang terus menunjukkan tren peningkatan, diantaranya penjualan neto yang tercatat senilai Rp2,46 triliun per kuartal III-2025.

Ke depan, pihaknya meyakini pasar suku cadang kendaraan bermotor masih akan terus bertumbuh seiring dengan prospek positif industri otomotif nasional.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil nasional diperkirakan mencapai 850.000 unit pada 2026, atau meningkat 5,4 persen dibandingkan realisasi 803.687 unit pada 2025.

“Dengan strategi ekspansi pasar ekspor dan penguatan pasar domestik, kami optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan dan memperkokoh posisinya di industri komponen otomotif, baik di dalam negeri maupun di pasar global,” ujar Bob.

Baca juga: Penjualan otomotif nasional lesu, Menperin: ekspor jadi penyelamat

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |