Jakarta (ANTARA) - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai 190,94 juta dolar Amerika Serikat (AS) pada 2025, atau menurun 48,96 persen year on year (yoy) dibandingkan senilai 374,12 juta dolar AS pada 2024.
Penurunan laba bersih perseroan seiring dengan pendapatan yang turun 18 persen (yoy) menjadi senilai 1.881 juta dolar AS pada 2025, dibandingkan senilai 2.304 juta dolar AS pada 2024.
“Pendapatan yang lebih rendah tersebut terutama disebabkan oleh penurunan Average Selling Price (ASP) sebesar 20 persen sejalan dengan penurunan harga acuan batu bara,” ujar Presiden Direktur ITMG Mulianto sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Jumat.
Seiring penurunan pendapatan tersebut, beban pokok pendapatan perseroan turut menurun 13 persen (yoy) menjadi 1.398 juta dolar AS pada 2025, dari sebelumnya sebesar 1.606 juta dolar AS pada 2024
“Beban pokok pendapatan turun seiring penurunan beberapa biaya seperti biaya penambangan, penyusutan aset tetap, serta bahan bakar dan minyak,” ujar Mulianto.
Lalu, beban penjualan menurun 4 persen (yoy) menjadi 171 juta dolar AS, sementara beban umum dan administrasi meningkat 21 persen (yoy) menjadi 45 juta dolar AS, sehingga total beban operasional tercatat sebesar 216 juta dolar AS pada 2025.
Kemudian, beban pajak penghasilan tercatat 93 juta dolar AS pada 2025, atau menurun 22 persen (yoy) dari sebelumnya 119 juta dolar AS pada 2024, sementara royalti tercatat sebesar 220 juta dolar AS pada 2025, atau menurun 15 persen (yoy) dibandingkan tahun lalu sejalan dengan ASP yang lebih rendah.
Sepanjang 2025, perseroan mencatatkan volume penjualan batu bara sebesar 24,7 juta ton, atau meningkat tipis 3 persen (yoy) dibandingkan sebanyak 24,0 juta ton pada 2024.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 3 November 2025, para pemegang saham perseroan menyetujui program pembelian kembali (buyback) saham selama satu tahun dengan jumlah maksimal pembelian hingga 113 juta lembar saham (10 persen dari total saham beredar), dengan alokasi dana maksimal sebesar Rp2,5 triliun.
Perseroan telah melakukan buyback saham sebanyak 6 juta lembar saham atau setara 0,5 persen dari total saham beredar, per 31 Desember 2025.
"Program ini mencerminkan keyakinan terhadap nilai fundamental dan prospek jangka panjang perusahaan, serta bertujuan untuk memberikan imbal hasil yang lebih baik bagi pemegang saham," ujar Mulianto.
Per 31 Desember 2025, total aset perseroan tercatat 2.406 juta dolar AS, dengan kas dan setara kas tercatat sebesar 808 juta dolar, atau mewakili 34 persen dari total aset.
Adapun, total liabilitas meningkat tercatat sebesar 498 juta dolar AS, sementara total ekuitas tercatat sebesar 1.908 juta dolar AS pada 2025.
Baca juga: Indo Tambangraya bagikan dividen interim Rp836,89 miliar
Baca juga: Gelar IPO, emiten sarang burung walet bidik laba Rp40 miliar di 2026
Baca juga: Amar Bank catat laba bersih Rp174,6 miliar pada kuartal III 2025
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































