INDEF tekankan pangan hingga logistik pacu ekonomi di momen Ramadhan

1 week ago 5

Jakarta (ANTARA) - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai momentum Ramadhan dan Idul Fitri 2026, perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan I dan II, dengan sektor potensial pangan, transportasi dan logistik.

Direktur Eksekutif INDEF, Esther Sri Astuti dihubungi di Jakarta, Jumat, menyampaikan sektor tersebut layak mendapatkan stimulus agar daya ungkitnya terhadap perekonomian nasional semakin besar.

Dia menyampaikan kenaikan harga pangan yang kerap terjadi pada periode tersebut, perlu diantisipasi melalui kebijakan yang mampu menjaga stabilitas sekaligus memastikan ketersediaan pasokan di masyarakat.

Baca juga: Indef: Subsidi distribusi kunci redam dampak banjir ke harga pangan

Selain pangan, Esther menekankan pentingnya dukungan terhadap sektor transportasi, mengingat adanya tradisi mudik yang mendorong lonjakan mobilitas masyarakat yang berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap aktivitas ekonomi, baik di kota besar maupun daerah tujuan.

Lebih lanjut, ia menyoroti sektor logistik yang berperan penting dalam menjaga kelancaran distribusi barang.

“Sektor logistik, biasanya pengiriman barang dan permintaan barang meningkat menjelang Lebaran, karena konsumsi meningkat,” kata Esther.

Peningkatan konsumsi rumah tangga selama Ramadhan hingga Lebaran Idul Fitri 2026, kata dia, akan berdampak langsung pada naiknya aktivitas distribusi dan pengiriman barang.

Untuk mengoptimalkan peran ketiga sektor tersebut, Esther menyarankan pemerintah memberikan berbagai bentuk stimulus, seperti melalui subsidi harga dan tarif, serta pelaksanaan operasi pasar guna memperbanyak pasokan pangan.

Menurut Esther, langkah-langkah tersebut tidak hanya menjaga daya beli masyarakat selama periode hari besar keagamaan, tetapi juga menjadi instrumen efektif dalam menopang pertumbuhan ekonomi pada paruh awal tahun 2026.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis perekonomian Indonesia mampu mencetak pertumbuhan sebesar 5,6 persen pada kuartal I-2026, karena ada stimulus diskon transportasi pada periode libur Hari Besar Nasional (HBN) Idul Fitri 2026.

Baca juga: Indef: Belanja negara perlu dipercepat untuk tingkatkan kredit bank

Baca juga: Ekonom beri dua saran untuk redam kenaikan harga pangan saat Ramadhan

“Kami kasih diskon itu agar menggeret perekonomian,” ujar Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/2)

Stimulus itu merupakan kelanjutan dari insentif HBN sebelumnya yang menunjukkan dampak positif terhadap perekonomian.

Pada Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, misalnya, mobilitas masyarakat dan kegiatan pariwisata meningkat, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat hingga 5,39 persen.

“Kalau pertumbuhan ekonomi kuartal I proyeksinya 5,6 persen kira-kira,” tutur Menkeu.

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |