Indef: Free float saham dapat pulihkan kepercayaan investor global

2 hours ago 3
Kalau dilakukan secara bertahap, terencana, dan di-update ke market secara kontinu, saya rasa bisa memulihkan,

Jakarta (ANTARA) - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengungkapkan, kebijakan demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan kenaikan batas minimum saham yang dimiliki publik (free float) dari 7,5 persen menjadi 15 persen sebagai bagian dari reformasi pasar modal Indonesia dapat memulihkan kepercayaan investor global.

"Kalau dilakukan secara bertahap, terencana, dan di-update ke market secara kontinu, saya rasa bisa memulihkan," ujar Eko saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, masalah pasar modal Indonesia adalah masalah tata kelola (governance), bukan masalah fundamental ekonomi.

Perusahaan-perusahaan yang terdaftar atau listing di BEI banyak yang bagus, terpercaya serta transparan, namun karena hanya saham-saham yang "jelek" dan digoreng ditambah pembeli saham secara ritel dan pemula yang cuma ikut-ikutan masuk tanpa mempelajarinya terlebih dahulu maka akhirnya menjadi masalah ketika dilakukan penilaian oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Baca juga: Ekonom: Rencana perluasan peran bank di pasar modal butuh transparansi

"Saya rasa kalau (demutualisasi dan free float) ini dilakukan dengan upaya serius serta update-nya berkala dan kemudian progresnya dijelaskan ke market, pertanyaan market juga dijawab dengan proper oleh regulator saya rasa akan memperbaiki kepercayaan investor global karena sebenarnya pasar saham potensial kita besar," kata Eko.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini calon perusahaan tercatat (emiten) yang berencana melangsungkan Initial Public Offering (IPO), akan menyambut positif penyesuaian peraturan dalam agenda reformasi pasar modal Indonesia.

Anggota Dewan Komisioner OJK pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, salah satu penyesuaian yang akan ditetapkan yaitu peningkatan batas free float (saham yang dimiliki publik) dari saat ini sebesar 7,5 persen menjadi 15 persen.

Ia menekankan bahwa delapan rencana aksi reformasi pasar modal Indonesia seiring dengan prinsip penguatan integritas, yang berfokus terhadap peningkatan kualitas dibandingkan kuantitas emiten.

Baca juga: Airlangga tak khawatir limit investasi dapen-asuransi naik 20 persen

Seiring meningkatnya jumlah emiten yang berkualitas, menurutnya, akan semakin mendorong pasar modal Indonesia menjadi lebih menarik dimata investor, termasuk investor asing.

Baca juga: IHSG melemah, pasar cermati komitmen transparansi otoritas pasar modal

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |