IJTI Sulsel doa bersama harapkan keselamatan korban lima jurnalis 

9 hours ago 8

Makassar (ANTARA) - Puluhan jurnalis tergabung dalam Organisasi Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Selatan menggelar doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis serta tiga awak kapal cepat yang masih dalam pencarian di perairan Selat Sunda, usai dilaporkan hilang pada 7 September 2026.

"Doa bersama ini disertai menyalakan lilin harapan sebagai bentuk dukungan kami di Sulsel terhadap rekan-rekan kami yang masih hilang dan kini dalam pencarian tim SAR," tutur Ketua IJTI Sulsel Andi Muhammad Sardi di Istana Balla Lompa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis malam.

Menurutnya, meski sejauh ini tim pencarian terus berjibaku di hari ke-10 pencarian keberadaan jurnalis yang bertugas meliput kondisi erupsi Anak Gunung Krakatau bersama tiga awak kapal cepat tersebut, pihaknya tetap menaruh harapan korban bisa ditemukan segera dan keluarga selalu dikuatkan.

Atas kejadian ini, pria disapa akrab Idho ini, kembali mengingatkan protokol keselamatan jurnalis. Sebab, itu menjadi hal sangat penting dalam menjalankan tugas jurnalistik, utamanya musibah bencana, baik terjadi di darat, laut maupun udara.

"Dari organisasi profesi, saya tidak bosan-bosan untuk mengingatkan teman-teman meliput bencana harus lebih mengutamakan 'safety protocol' atau mengutamakan keselamatan dan keamanan dalam meliput sebuah bencana. Karena, tidak ada berita seharga nyawa," ucap jurnalis televisi SCTV itu menegaskan.

Ia menekankan, dalam kondisi liputan bencana, mesti dipikirkan secara matang keamanan dan keselamatan ketika ditugaskan dari kantor media masing-masing. Selain itu, koordinasi diperlukan dengan berbagai pihak termasuk kantor, serta memitigasi medan dan bagaimana memetakan situasinya.

Dari kejadian tersebut, perusahaan Pers juga mesti berbenah dan melihat tingkat risikonya saat menugaskan jurnalis meliput di wilayah bencana. Selain itu, individu jurnalisnya meliput di medan bencana, tetap mengedepankan kehati-hatian, kewaspadaan serta memprioritaskan keselamatan diri.

Seorang jurnalis menyalakan lilin sebagai bentuk dukungan harapan keselamatan terhadap delapan orang korban yang masih hilang di Selat Sunda pada 7 September 2026, lima diantaranya jurnalis dan tiga awak kapal cepat saat meliput erupsi Anak Gunung Krakatau, di Istana Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (17/9/2026) malam. ANTARA/Darwin Fatir.

"Semoga ini bisa menjadi refleksi buat teman-teman melihat lebih dalam peristiwa itu. Kita mesti belajar dan mengambil kejadian ini sebagai sebuah pengalaman berharga, bagaimana melindungi diri saat meliput bencana. Kami berharap ke depannya sudah tidak ada peristiwa seperti ini lagi," ucapnya.

Doa bersama tersebut turut dihadiri Kapolresta Gowa Kombes Pol Muhammad Yusuf Usman bersama jajarannya, akademisi UMI Makassar Zakir Sabara beserta sejumlah jurnalis tergabung dalam Koalisi Advokasi Junalis (KAJ) Sulsel.

Baca juga: Kidung dari Dermaga Carita untuk memanggil pulang mereka yang hilang

"Doa bersama ini sebagai bentuk keprihatinan kita dan rasa belasungkawa terhadap saudara-saudara kita yang kemarin melaksanakan tugas peliputan erupsi Anak Gunung Krakatau, dan sampai mengorbankan jiwa dan raganya," tutur kapolres.

Ia berpesan kepada jurnalis bahwa keselamatan menjadi hal yang utama ketika melaksanakan tugas. "Perhatikan keselamatan, dan tentu dapat kita melihat potensi bahaya yang dapat mengancam jiwa kapan saja saat menjalankan tugas liputan," katanya sembari mengapresiasi kolaborasi doa bersama digelar IJTI Sulsel dan Polresta Gowa.

Hingga hari ke-10 pencarian korban lima jurnalis masing-masing, M Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency) dan Donal Husni (Jurnalis Lepas) serta tiga kru kapal Surahman (Kapten/Nakhoda Kapal), Sukarman (ABK) serta Heriyanto (Pemandu) belum ditemukan.

Baca juga: Operasi SAR gabungan jurnalis hilang di Selat Sunda dihentikan

Baca juga: Keluarga dan warga tak henti gelar doa bersama operasi SAR jurnalis

Baca juga: ANTARA sampaikan duka mendalam atas belum ditemukannya Bagus Khoirunas

Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |